Mengenal Serangan Jantung yang Dialami Aktris India Sridevi

CNN Indonesia, CNN Indonesia | Selasa, 27/02/2018 18:06 WIB
Mengenal Serangan Jantung yang Dialami Aktris India Sridevi ilustrasi sakit jantung (Thinkstock/Tharakorn)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tim dokter telah merilis penyebab kematian aktris Bollywood Sridevi Kapoor yang meninggal di Dubai pada Minggu (25/2). Berdasarkan keterangan para dokter, Sridevi meninggal karena serangan jantung.

Kepergian Sridevi dalam usia 54 tahun membuat banyak pihak terkejut. Pasalnya, Sridevi sebelumnya terlihat menjalani gaya hidup yang sehat. Dalam akun media sosialnya, dia sering mengunggah foto-foto ketika berolahraga, sejak muda pun dia gemar menari.

Hal ini pun menimbulkan pertanyaan. Dapatkah seseorang yang sehat terkena penyakit jantung?



Kepala Kardiologi dari Rumah Sakit Fortis Ashok Seth mengkonfirmasi bahwa seseorang yang terlihat sehat bisa juga mengalami penyumbatan dalam pembuluh darahnya.

"Serangan jantung dapat terjadi kepada siapa saja, termasuk mereka yang tidak memiliki riwayat gagal jantung," ucap Seth seperti dikutip The Quint dilansir dari Times of India.

Seseorang memang dapat terlihat sehat dari luar, namun tidak ada yang benar-benar tidak tahu kondisi internal jantungnya.

Gejala Tidak Selalu Muncul

Beberapa gejala serangan jantung diantaranya meliputi pusing kepala, rasa lelah, napas yang pendek, jantung berdebar, dan sakit di bagian dada. Sakit di dada ini bisa terjadi paling cepat empat minggu sebelum gagal jantung terjadi.

Tidak seperti penyakit-penyakit lainnya, gejala serangan jantung tidak selalu muncul dengan jelas. Bahkan, gagal jantung dapat datang tiba-tiba tanpa peringatan apapun.


Menurut Seth, gejala serangan jantung memang hanya benar-benar muncul ketika penyumbatan pembuluh darah mencapai tingkat 80 hingga 90 persen. Seperempat orang bahkan tidak mengalami rasa sakit apapun setelah terjadinya penyumbatan.

Gejala-gejala penyakit jantung pada perempuan juga berbeda dibandingkan laki-laki. Gejala yang dialami perempuan lebih bersifat ambigu dan tidak terlalu terlihat. Selain itu, sakit di bagian dada tidak selalu muncul.

Bila sakit dada muncul, sakit ini juga akan disertai rasa mual, lelah, sakit di bagian punggung, leher dan pundak. Pada perempuan, penyumbatan pembuluh darah juga lebih jarang terjadi.

Perbedaan gejala ini bisa jadi disebabkan bahwa ketika perempuan tengah hamil ia mengalami preeklampsia, sebuah kondisi tekanan darah yang tinggi. Menopause juga merupakan kondisi yang meningkatkan risiko perempuan mengalami penyakit jantung.

Ada beberapa faktor yang meningkatkan resiko gagal jantung. Diataranya adalah tekanan darah yang tinggi, diabetes, kebiasaan merokok, tingkat kolestrol yang tinggi, kurangnya aktivitas fisik, dan obesitas.

Selain memperbaiki gaya hidup, pemeriksaan kesehatan jantung juga perlu dilakukan tiap tahun, terlepas apakah seseorang terlihat sehat atau mengalami gejala apapun.

Dengan pemeriksaan yang rutin, penyumbatan yang dapat memicu terjadinya penyakit jantung dapat diketahui lebih dini, dan serangan atau gagal jantung dapat dihindari. (ast/chs)