8 Telaga Tersembunyi di Depok

CNN Indonesia, CNN Indonesia | Jumat, 27/04/2018 14:13 WIB
8 Telaga Tersembunyi di Depok Ilustrasi telaga (Foto: ainun)
Jakarta, CNN Indonesia -- Hari ini, Jumat (27/4), kota Depok merayakan hari lahirnya yang ke-19. Kota yang dulunya bagian dari Kabupaten Bogor ini, telah mengalami banyak perubahan khususnya dalam hal pembangunan.

Asal muasal nama kota ini pun terdiri dari beragam versi, mulai dari era Prabu Siliwangi, Sultan Ageng Tirtayasa, hingga Cornellis Chastelein.

Dari berbagai versi itu, hal yang menjadi benang merahnya adalah tempat ini dikenal sebagai daerah hijau yang membuat betah banyak orang.


Mengutip catatan yang ditulis Tinulad, secara tertulis bukti yang menyebutkan adanya "depok" tercantum dalam naskah Belanda, yang menyatakan bahwa Cornelis Chastelein membeli tanah di Depok dari seorang Residen di Cirebon yang bernama Lucas Meur pada 18 Mei 1696.

Meskipun kini Depok identik dengan kemacetan dan berita negatif, namun sisa-sisa keasriannya masih bisa ditemukan lewat beberapa telaga atau biasa disebut situ yang berserakan di kota ini.

Berikut adalah delapan telaga yang bisa dijumpai di Kota Depok.

1. Situ Lio

Situ Rawa besar atau biasa disebut Situ Lio, terletak di Kelurahan Kembang Lio, Pancoran Mas. Saat ini Situ Lio dikembangkan sebagai destinasi wisata air di Kota Depok.

2. Telaga di Universitas Indonesia

Kawasan Universitas Indonesia (UI) terkenal dengan keasriannya, meskipun kini kian tergerus. Bahkan kampus ini memiliki enam buah telaga yang masing-masing memiliki nama seperti Kenanga, Agathis, Mahoni, Puspita, Ulin, dan Salam. Apabila digabung, maka keenam telaga itu akan membentuk kata 'KAMPUS'.

3. Situ Pengasinan

Situ ini terletak di Kelurahan Pengasinan, Kecamatan Sawangan. Di tempat ini, pengunjung bisa menjelajahi danau dengan sepeda air, bersantai di balai bambu, atau memancing di bawah pepohonan yang rindang

4. Situ Citayam

Barangkali telaga ini adalah yang paling mudah dicapai dengan kereta komuter. Pengunjung hanya perlu berjalan kaki sekitar 15 menit dari kawasan stasiun ke arah barat. Banyak orang yang menghabiskan waktu untuk memencing di tempat ini

5. Situ Asih Pulo

Situ yang terletak di Kelurahan Rangkapan Jaya, Pancoran Mas, ini menjadi salah satu kawasan favorit. Karena berbagai fasilitas penunjang seperti taman, lapangan, dan wahana sepeda air sudah tersedia untuk membuat nyaman pengunjung.

6. Situ Cilangkap

Jika ingin mendapatkan ketenangan dan sejenak menjauh dari hiruk pikuk kota, Stu Ciangkap bisa menjadi pilihan yang tepat. Telaga yang terletak Jalan Cilangkap, Kecamatan Tapos, ini memang belum dipadati fasilitas penunjang pariwiata namun cukup terawat karena dekat dengan permukiman penduduk.

7. Situ Bojongsari

Telaga ini yang berada di Kecamatan Sawangan, adalah lokasi wisata danau yang cukup sepi dan tenang. Di kawasan tersebut, Anda bisa mendapati berbagai pepohonan hijau yang cukup rindang.

8. Situ Cilodong

Terletak di Kelurahan Kalibaru, Sukmajaya, telaga ini menjadi 'rumah' para atlet untuk berlatih kayak. Tak heran jika kebersihan di tempat ini cukup terjaga. (agr)