Hari Pendidikan Nasional

FOTO: Melihat Aktivitas Sekolah Anak Nelayan Cilincing

Hesti Rika Pratiwi, CNN Indonesia | Rabu, 02/05/2018 19:30 WIB

Jakarta, CNN Indonesia -- Tanpa seragam dan sepatu, anak-anak nelayan di Cilincing, Jakarta Utara belajar dengan semangat di dalam kelas dan terkadang di atas perahu.

Hari Pendidikan Nasional kembali diperingati pada Rabu (2/5). Meski demikian, ternyata belum semua anak mendapatkan pendidikan yang layak. Terlebih bagi anak-anak nelayan di pesisir pantai. (CNN Indonesia/ Hesti Rika)
Keterbatasan ekonomi menjadi hambatan terbesar bagi anak-anak nelayan Cilincing untuk melanjutkan pendidikan di sekolah formal. Salah satunya, yang dihadapi Tita (13), salah satu siswa di Sekolah Merah Putih yang sudah menempuh studi di sana sejak umur 5 tahun. (CNN Indonesia/ Hesti Rika)
Tak hanya Tita, anak dari nelayan Cilincing lainnya juga menjalani hal yang sama seperti kakak beradik Adit (12) dan Rizki (11). Mereka juga menempuh pendidikan di Sekolah Merah Putih. (CNN Indonesia/ Hesti Rika)
Untuk mencapai sekolah non formal untuk anak- anak nelayan di Cilincing yang telah berdiri sejak 2008 itu, anak-anak melewati lorong sempit di perkampungan nelayan padat penduduk. (CNN Indonesia/ Hesti Rika)
Selain itu, ada juga anak-anak yang menyeberangi perahu untuk mengikuti kelas. Meski tanpa seragam dan sepatu, anak-anak bersemangat mengikuti pelajaran, baik di dalam kelas maupun di atas perahu. (CNN Indonesia/ Hesti Rika)
Kegiatan belajar mengajar siswa Sekolah Merah Putih dilakukan tak hanya di dalam kelas, tapi juga kadang di lakukan di atas perahu. Ini ditujukan agar anak-anak tak mudah merasa bosan. (CNN Indonesia/ Hesti Rika)
Terdapat dua kelas di Sekolah Merah Putih. Di pagi hari untuk anak-anak PAUD dengan usia 4 tahun dan siang hari untuk anak-anak kelas kesetaraan dengan usia 6 hingga 17 tahun. (CNN Indonesia/ Hesti Rika)
Pada Senin sampai Kamis, Sekolah Merah Putih mengajarkan pelajaran umum, seperti sekolah lain pada umumnya. Sementara pada Minggu, murid-murid diberikan kelas ekskul olahraga dan bahasa Inggris. Harapannya, anak-anak memiliki skill dan keterampilan khusus setelah tamat. (CNN Indonesia/ Hesti Rika)