Jelajah Kuliner Semarang 24 Jam

Puput Tripeni Juniman, CNN Indonesia | Sabtu, 05/05/2018 16:55 WIB
Jelajah Kuliner Semarang 24 Jam Sarapan pagi di Toko Oen, lalu berlanjut makan siang di restoran Semarang, dan akhiri perjalanan 'jelajah kuliner Semarang sehari' di Pujasera Simpang Lima. (Foto: CNN Indonesia/Puput Tripeni Juniman)
Semarang, CNN Indonesia -- Perpaduan budaya di Semarang, membuat kota yang dijuluki Kota Lumpia ini kaya akan berbagai wisata termasuk kuliner.

Kudapan di ibu kota Jawa Tengah itu ditengarai banyak terpengaruh dari budaya China, Arab dan Belanda. Lumpia sendiri misalnya, merupakan perpaduan antara budaya asli Jawa dengan China. Bagaimana dengan lainnya? 

Jika punya waktu sehari, Semarang bisa dijelajahi lewat aneka makanan khasnya yang tak hanya kaya rasa tapi juga cerita. Dimulai dari sarapan pagi di Toko Oen, lalu singgah di lumpia legendaris Gang Lombok, makan siang di Restaurant Semarang, dan tentu saja mesti mampir di Pujasera, Simpang Lima yang ikonis saat malam tiba. 



08:00 WIB
Sarapan pagi di Toko Oen


Toko autentik di Jalan Pemuda Nomor 52 ini menjadi pilihan pertama untuk memulai wisata kuliner di Semarang. Saat ini, Toko Oen dikelola oleh generasi ketiga dan masih mempertahankan arsitektur dan interior bekas peninggalan Belanda. Makanan yang disajikan di Toko Oen cocok menjadi santapan untuk memulai hari. Toko Oen menawarkan aneka macam makanan khas Semarang, China dan Eropa.

Beberapa yang menjadi andalan diantaranya Nasi goreng Toko Oen, Spaghetti dan aneka salad termasuk gado-gado. Makanan lain yang tak boleh dilewatkan adalah Poffertjes, roti Ganjel Rel dan Oen Ice Cream yang diracik khusus. Harga sajian di Toko Oen berkisar antara Rp5 ribu hingga Rp100 ribu.

09:30 WIB
Lumpia Gang Lombok

Beranjak dari Toko Oen menuju Jalan Gang Lombok Nomor 11, tempat pelopor makanan khas Semarang yakni lumpia. Lumpia Gang Lombok yang legendaris ini sudah bertahan lebih dari satu abad. Kini, Lumpia Gang Lombok dikelola oleh generasi keempat.

Walau pelanggan Lumpia Gang Lombok sudah jauh meningkat, kedai lumpia ini masih tetap sederhana dengan beberapa kursi saja. Biasanya para pengunjung membeli lumpia untuk dibungkus atau dijadikan buah tangan. Satu buah lumpia dihargai sebesar Rp15 ribu.

Di sekitar Lumpia Gang Lombok ini banyak tersedia panganan unik lain seperti moci, es campur dan es durian. Tepat di belakang Lumpia Gang Lombok terdapat Klenteng Tay Kak Sie yang didirikan pada 1746. Klenteng ini memiliki arsitektur yang megah.

Panduan Wisata Kuliner, Sehari Makan Nikmat di SemarangLumpia. (Foto: CNN Indonesia/Puput Tripeni Juniman)

11:00 WIB
Tahu Pong Gajah Mada

Makanan khas Semarang lainnya adalah tahu pong yang berasal dari kata kopong atau kosong. Salah satu yang terkenal adalah Tahu Pong Gajah Mada yang terletak di jalan Gajahmada No63B.

Sajian tahu kosong yang tidak padat dan tanpa isian ini dihidangkan dengan kuah kecap, bawang dan petis. Sebagai pelengkap cocolan kuah tahu pong ini dapat dinikmati dengan acar lobak dan sambal sesuai selera.

Selain tahu pong juga tersedia tahu emplek, tahu gimbal, dan tahu kopyok, serta tahu telur dan beberapa gorengan. Untuk menyantap satu porsi tahu pong perlu merogeh kocek Rp28 ribu. Tahu pong juga bisa dibeli satuan mulai dari Rp10 ribu.

13:00 WIB
Restaurant Semarang


Masih di Jalan Gajahmada, tak jauh dari lokasi tahu pong terdapat Restaurant Semarang yang menyajikan ragam makanan asli khas Semarang. Restaurant dapat menjadi pilihan menikmati santap siang. Beberapa menu yang populer diantaranya lontong cap go meh, Nasi Langi, siomay, dan kroket. Menu penutup yang segar seperti es rujak dan es cao juga tak boleh dilewatkan.

Alternatif lain untuk menyatap makan siang dapat mencoba Soto Ayam Bangkong di Jalan Brigjen Katamso Nomor 1. Setelah santap siang, beberapa lokasi bersejarah seperti Lawang Sewu dan Sam Poo Kong dapat menjadi pilihan untuk merehatkan perut dan membakar kalori sambil berwisata.

Panduan Wisata Kuliner, Sehari Makan Nikmat di SemarangSoto Ayam Bangkong. (Foto: CNN Indonesia/Puput Tripeni Juniman)

16:30 WIB
Nasi Goreng Babat Pak Karmin

Makanan khas Semarang lainnya adalah nasi goreng dengan campuran babat. Salah satu yang legendaris adalah Nasi Goreng Babat Pak Karmin yang terletak di Jembatan Mberok, Kawasan Kota Lama, Semarang.

Pak Karmin bakal langsung menyambut pelanggan yang datang di meja kasir di depan warungnya. Tersedia dua menu pilihan yakni nasi goreng babat dan nasi babat gongso. Daging jeroan yang ditumis dan dicampur dengan nasi itu memberikan kenikmatan tersendiri. Seporsi nasi babat gongso dihargai Rp25 ribu.

Panduan Wisata Kuliner, Sehari Makan Nikmat di SemarangNasi Goreng Babat Pak Karmin. (Foto: CNN Indonesia/Puput Tripeni Juniman)

18:00 WIB
Ngemil di Spiegel Bar & Bistro


Setelah menikmati nasi babat, Anda dapat melewati Jembatan Mberok lalu menyusuri kawasan Kota Lama dengan arsitektur peninggalan Belanda yang masih terjaga. Beberapa bangunan bersejarah dapat dijadikan tempat berfoto seperti Gereja Blenduk.

Tak jauh dari situ, pada salah satu gedung terdapat sebuah kafe unik yakni Spiegel Bar & Bistro. Menyantap beberapa hidangan ringan khas Eropa dan es krim gelato dengan rasa unik seperti klepon dan wijen di dalam gedung bersejarah memberikan sensasi tersendiri. Hidangan di Spiegel berkisar mulai Rp25 ribu hingga Rp100 ribu.

20:00 WIB
Makan malam di Warung Semawis


Masih di Kawasan Kota Lama, terdapat pusat jajanan di malam hari yang hanya buka setiap akhir pekan saja. Di sepanjang jalan, penjual makanan berjejeran menawarkan aneka macam kudapan yang nikmat di santap malam hari. Beragam sajian khas Semarang dapat dengan mudah dijumpai di tempat ini dengan harga yang terjangkau.

Panduan Wisata Kuliner, Sehari Makan Nikmat di SemarangKudapan di Pujasera, Simpang Lima. (Foto: CNN Indonesia/Puput Tripeni Juniman)

22:00 WIB
Bersantai di Pujasera Simpang Lima

Menutup hari di Semarang dapat dilakukan dengan bergabung di keramaian pusat kota Semarang yakni Simpang Lima. Di pinggir jalan Simpang Lima, berbagai warung membuka lapak makanan.

Banyaknya pilihan makanan membuat tempat ini seolah menjadi surga kuliner di malam hari. Beberapa pilihan yang bisa disantap seperti wedang uwuh yang memberi kehangatan, aneka sop dan soto, serta bermacam hidangan laut. Menghabiskan malam sambil menyaksikan kendaraan yang lalu-lalang dan aktivitas di Lapangan Pancasila menjadi kenikmatan tersendiri. (rah/rah)