Hari Thalassemia Sedunia

Darurat Penyebaran Thalassemia di Indonesia

Puput Tripeni Juniman, CNN Indonesia | Selasa, 08/05/2018 09:41 WIB
Darurat Penyebaran Thalassemia di Indonesia Jumlah penderita penyakit thalassemia di Indonesia meningkat menjadi 9.121 pasien pada 2017, paling banyak di Jawa Barat, DKI Jakarta dan Jawa Tengah. (Foto: Thinkstock/Jarun011)
Jakarta, CNN Indonesia -- Penyakit thalassemia merupakan jenis penyakit kelainan darah yang tak bisa disembuhkan. Meski demikian, penyebaran penyakit yang diturunkan dari orang tua ini dapat dicegah.

Sekretaris Diretorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Asjikin Iman menyatakan jumlah penderita dan penyebaran penyakit thalassemia di Indonesia terus meningkat dari tahun ke tahun.

"Dari grafik penderita terlihat sekali peningkatan yang signifikan dari 2011 hingga 2017. Ini terjadi salah satunya karena pengetahuan yang minim soal thalassemia," kata Iman saat temu media dalam rangka memperingati Hari Thalassemia Sedunia, Jakarta, Senin (7/5). Hari Thalassemia Sedunia diperingati setiap 8 Mei untuk meningkatkan kesadaran masyarakat global terhadap penyakit thalassemia.



Berdasarkan Hematology-Oncology Working Group-IPS, thalassemia ditemui di seluruh dunia terutama negara yang masuk dalam ikat thalassemia yakni Asia Tenggara, Timur Tengah, Afrika sub-sahara, dan mediterania. Prevalensi penduduk dunia yang memiliki kelainan thalassemia ini sekitar 7-8 persen. Sehingga, di Indonesia diperkirakan terdapat 20 juta penduduk yang membawa kelainan gen ini. Namun, belum banyak yang terdeteksi.

Pada 2011, di Indonesia terdapat sekitar 5.000 penderita thalassemia mayor. Jumlah itu meningkat menjadi 9.121 pasien pada 2017. Penderita thalassemia ini tersebar di seluruh Indonesia.

Paling banyak terdapat di Jawa Barat sebanyak 3.300, DKI Jakarta 2.200 dan Jawa Tengah 920 pasien. Jika tak dicegah, jumlah pasien thalassemia diprediksi dapat mencapai 25 ribu pasien pada 2020.


Biaya Besar

Iman menyatakan biaya yang dikeluarkan untuk merawat pasien thalassemia tergolong besar. Saat ini perawatan pasien thalassemia ditanggung oleh pemerintah melalui BPJS Kesehatan. Satu pasien thalassemia setiap tahunnya dapat menghabiskan biaya perawatan sekitar Rp400 juta.

"Thalassemia berada di peringkat keempat diantara penyakit kanker dan kelainan darah," ucap Iman.

Biaya pengobatan thalassemia berada di bawah pengobatan kasus hemofilia, leukimia dan sirosis hepatitis. Biaya untuk merawat thalassemia bahkan lebih tinggi dari biaya yang dikeluarkan untuk mengobati penyakit stroke dan gahal ginjal.


Pencegahan

Agar dapat mengurangi penyebaran dan menghemat biaya kesehatan, Iman mengaku saat ini Kementerian Kesehatan tengah giat melakukan berbagai sosialisasi thalassemia seperti seminar dan promosi elektronik.

Iman menyebut Kementerian Kesehatan sedang menggalakkan upaya skrining atau pengujian thalassemia dalam darah agar dapat mengurangi penyebaran thalassemia.

"Dengan skrining terutama bagi pasangan yang akan menikah, dapat lebih siap dengan berbagai kemungkinan dan menghindari thalassemia," kata Iman. (rah/rah)