Studi: Bawang Putih Turunkan Risiko Kanker dan Sakit Jantung

Puput Tripeni Juniman, CNN Indonesia | Senin, 30/04/2018 11:45 WIB
Studi: Bawang Putih Turunkan Risiko Kanker dan Sakit Jantung Penelitian terbaru menemukan bumbu masak ini dapat mengurangi risiko terkena kanker dan beberapa penyakit lainnya termasuk penyakit jantung.(Thinkstock/YakubovAlim)
Jakarta, CNN Indonesia -- Selain sebagai penyedap makanan, bawang putih ternyata kaya khasiat.

Setelah sebelumnya studi mengungkap bawang putih ampuh mengobati ambeien, kini penelitian terbaru menemukan bumbu masak ini dapat mengurangi risiko terkena kanker dan beberapa penyakit lainnya termasuk penyakit jantung.

Penelitian anyar dari para ilmuwan di University of Nottingham, Inggris itu mengungkap bawang putih dapat mengurangi risiko perkembangan sel kanker tertentu, penyakit kardiovaskular dan diabetes tipe 2.



Studi yang diunggah di Cell itu mengungkapkan bahwa bawang putih dapat menghasilkan berbagai senyawa sulfur ketika diolah dengan berbagai cara seperti dicincang atau ditekan untuk mendapatkan minyaknya.

Menurut peneliti, senyawa sulfur ini bisa memengaruhi gas yang diproduksi dalam tubuh seperti oksida nitrat dan hidrogen sulfida dengan memberikan sinyal. Perubahan sinyal ini biasanya dapat dideteksi pada orang yang menderita banyak penyakit.

Meski riset ini menemukan manfaat dari bawang putih yang dapat mengurangi risiko penyakit kanker dan jantung, peneliti mengaku masih memerlukan kajian lanjutan untuk mengetahui bagaimana komponen itu bekerja dalam metabolisme tubuh.


"Ada banyak kemungkinan dalam area ini untuk menemukan pendekatan yang dapat mengurangi risiko penyakit dan meningkatkan kesehatan manusia. Masih perlu mengeksplorasi lebih jauh mengenai senyawa belerang yang ditemukan dalam makanan kita," kata peneliti bawang putih ini, ahli biokimia Peter Rose dikutip dari Independent.

Di sisi lain, peneliti juga mengaku masih mencari tahu cara yang paling tepat untuk mengolah bawang putih agar memberikan khasiat yang maksimal bagi tubuh. (chs/chs)