Teror Bom Tak Pengaruhi Jumlah Pengunjung Hotel

CNN Indonesia, CNN Indonesia | Selasa, 15/05/2018 13:08 WIB
Teror Bom Tak Pengaruhi Jumlah Pengunjung Hotel Ilustrasi (Foto: hotel.muji.com)
Jakarta, CNN Indonesia -- Peristiwa rentetan bom yang terjadi di Surabaya dan Sidoarjo, Minggu (13/5) dan Senin (14/5), membuat suasana di kota pahlawan itu mencekam. Bahkan acara festival rujak uleg yang direncakan berlangsung di Jalan Kembang Jepun, dibatalkan oleh Pemerintah Kota Surabaya.

Namun situasi tersebut rupanya tidak memengaruhi jumlah pengunjung hotel. Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Haryadi Sukamdani, mengatakan kondisi pengunjung hotel di Surabaya bisa dikategorikan baik-baik saja.

"Sejauh ini belum ada laporan yang signifikan tentang pembatalan atau jumlah pengunjung hotel yang berkurang," ujar Haryadi, saat dihubungi CNNIndonesia.com via telepon, Senin (14/5).



Ia menuturkan insiden bom di Surabaya maupun bom di Thamrin tahun 2016, tidak membawa dampak yang signifikan terhadap jumlah kunjungan. Hal itu dikarenakan karakter wisatawan di dua kota tersebut adalah untuk kepentingan bisnis.

"Waktu bom tamrin sehari itu kacau. Maksudnya, banyak agenda meeting di hotel yang cancel. Tapi besoknya ya udah normal lagi," katanya.

Sementara itu Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya, berupaya menjamin keamanan wisatawan yang berkunjung ke Indonesia pasca-serangkaian peristiwa pemboman.

"Kami mencoba untuk menjamin dan meningkatkan keamanan," kata Arief Yahya, seperti yang dikutip dari Antara, Senin (14/5) malam.


Ia juga memastikan Tim Manajemen Krisis Kepariwisataan (MKK) bekerja untuk memantau seluruh perkembangan keadaan, guna memastikan wisatawan dalam kondisi aman.

Menpar juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu melawan terorisme dan kembali mengangkat citra baik pariwisata Indonesia. Menurutnya, saat ini Indonesia adalah korban dari terorisme dan aksi tersebut bisa terjadi dimanapun di belahan dunia ini.

"Hal seperti ini tidak seorang pun mengharapkan. Bisa terjadi dimana saja tidak seorang pun mengharapkan, yang penting ini segera recovery," katanya.

Jika keadaan telah sepenuhnya pulih, ia berharap negara-negara yang menerbitkan travel advice untuk Indonesia segera mencabut status tersebut.

(agr)