Dikutip dari Reuters, tembok marmer di bangunan kuno itu berubah warna menjadi kekuningan dan kehijauan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sudah banyak pemerhati bangunan bersejarah yang mendesak pemerintah India menindak tegas pabrik-pabrik yang menyumbang kekumuhan di Taj Mahal.
"Jika pemerintah tak bisa berbuat banyak, seharusnya mereka bisa meminta bantuan dari ahli di luar negeri," kata M.C. Mehta, pengacara yang telah lama aktif dalam kegiatan penyelamatan Taj Mahal.
Selain asap pabrik, pemerhati bangunan bersejarah juga merasa kalau debit air di Sungai Yamuna semakin tinggi, yang dikhawatirkan membuat bangunan bisa ambles.
Belum lagi masalah sampah yang membuat pemandangan jadi tak elok.
Baik Kementerian Pariwisata dan Badan Cagar Budaya India belum ada yang berkomentar mengenai hal ini.
Salah satu turis asal Argentina, Francesco, mengatakan kalau pemerintah India perlu khawatir dengan eksistensi Taj Mahal.
"Bangunan ini telah menjadi ikon India. Mereka harus melakukan sesuatu untuk melindungi objek wisata bersejarah ini, karena masalah ini cukup memalukan," katanya.
(ard)