Hari Kebersihan Menstruasi

5 Manfaat Olahraga Selama Menstruasi

Elise Dwi Ratnasari, CNN Indonesia | Senin, 28/05/2018 14:50 WIB
5 Manfaat Olahraga Selama Menstruasi Melakukan aktivitas fisik atau berolahraga saat menstruasi memberi banyak manfaat buat tubuh, dari mulai meredam kram hingga menjaga mood positif. (Ilustrasi/Foto: Thinkstock/gpointstudio)
Jakarta, CNN Indonesia -- Selama mengalami menstruasi alias haid, perempuan kerap merasakan rasa tidak nyaman pada perut maupun bagian-bagian tubuh lain. Ada rasa mual, kram atau nyeri yang sering jadi penghambat aktivitas termasuk olah raga.

Akan tetapi, seharusnya olahraga tetap bisa dilakukan walau sedang menstruasi. Dirangkum dari berbagai sumber, olahraga justru punya banyak manfaat bagi perempuan saat haid. Berikut di antaranya:

1. Meningkatkan energi dan massa otot


Rasa malas untuk berolah raga selama masa haid sebaiknya dibuang jauh-jauh. Olahraga selama masa haid justru dapat meningkatkan energi dan massa otot daripada olahraga di luar masa haid. Temuan ini merupakan hasil studi yang dilakukan oleh Umea University, Swedia.


Dilansir dari Shape, riset melibatkan sebanyak 59 perempuan. Mereka berpartisipasi dalam program latihan selama empat bulan. Selama dua minggu, masing-masing lima hari dalam seminggu mereka diminta melakukan latihan dengan fokus tubuh bagian bawah selama haid. Tak hanya itu, seminggu sekali mereka melakukan latihan kaki. Sedangkan grup kontrol diminta latihan tiga kali dalam seminggu selama sebulan.

Hasilnya, perempuan yang latihan selama dua minggu pertama menunjukkan peningkatan energi, perpaduan antara kecepatan dan kekuatan. Selain itu ada peningkatan massa otot pada kaki mereka. Sedangkan pada mereka yang berolahraga di luar masa haid tidak menunjukkan perubahan serupa.

2. Meningkatkan 'mood'

PMS atau pre-menstrual syndrom akan berbeda pada tiap orang. Mood alias perasaan pun bisa beragam mulai dari rasa cemas tidak menentu, stres, bahkan mood swing (berubah-ubah).

Kerja hormon bisa jadi alasan di balik perasaan yang berubah-ubah ini. Olahraga dapat melepas endorfin. Hormon ini punya efek mirip dengan morfin, ia menciptakan persepsi positif pada tubuh. Saat tubuh melepas endorfin, maka ia akan berinteraksi dengan reseptor pada otak yang mengurangi persepsi sakit atau rasa negatif lain.

3. Meredam kram

Perasaan negatif dan stres dapat memperburuk kram saat haid. Olahraga dianjurkan agar dapat melepas stres secara natural. Stres berkurang, kram pun dapat dikurangi atau dihindari. Selain itu, olahraga juga dapat melancarkan peredaran darah. Peredaran darah yang tidak lancar juga bisa berakibat kram.


4. Eksperimen dengan jenis olah raga baru

Haid membuat kadar hormon estrogen dan progesteron turun drastis. Sedangkan yang banyak tersedia adalah glikogen, artinya orang dapat bereksperimen dengan olah raga lain yang lebih berat dan intens.

"Perempuan dapat mengakses karbohidrat/glikogen dengan mudah, dibandingkan dengan saat kadar estrogen tinggi (saat kita) bergantung pada pemecahan lemak yang lambat," kata psikolog Stacy Sims, seperti dikutip dari Health.

Yoga atau olahraga ringan lain memang disarankan, tetapi haid justru jadi kesempatan untuk memadukannya dengan kickboxing, misalnya.

5. 'Mengatur kembali' masa haid

Selain PMS yang kadang mengganggu aktivitas, sebagian perempuan juga dihadapkan pada haid yang tidak teratur. Aktivitas fisik atau olahraga dapat membantu siklus haid kembali teratur.

Selain olahraga, asupan makanan juga perlu diperhatikan. Ada beberapa jenis buah dan sayur yang disarankan untuk membantu memperlancar haid antara lain, nanas, pepaya dan parsley. (rah/rah)


BACA JUGA