Hari Tanpa Tembakau Sedunia

Puntung Rokok Ancam Masa Depan Ikan di Lautan

CNN Indonesia, CNN Indonesia | Kamis, 31/05/2018 17:57 WIB
Puntung Rokok Ancam Masa Depan Ikan di Lautan Sampah puntung rokok. (REUTERS/Paulo Whitaker)
Jakarta, CNN Indonesia -- Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan tanggal 31 Mei sebagai Hari Tanpa Tembakau Sedunia. Walau diperingati setiap tahun, namun jumlah perokok tak berkurang signifikan.

Mereka juga seakan tidak gentar dengan ancaman beragam penyakit yang berasal dari bakaran puntung tersebut.

Berbicara mengenai dampak buruk rokok, bukan hanya sesama manusia saja yang bisa mengalaminya. Kelestarian alam juga ikut terancam karenanya.


Setiap tahun tercatat dunia menampung sebanyak 4,5 triliun sampah puntung rokok. Sebagian besar dibuang sembarangan, di pinggir jalan sampai pantai.

Awal tahun lalu pemerintah Thailand telah menetapkan larangan merokok di pinggir pantai.

Jika tetap ingin merokok, ada tempat khusus yang disediakan, sehingga tak ada lagi puntung rokok yang berserakan.

Beberapa pantai yang dikenakan peraturan tersebut termasuk pantai-pantai yang populer, seperti Pattaya, Phuket, Koh Samui, Phetchaburi, Chanthaburi, dan Songkhla.

Bagi yang melanggar bisa dikenai sanksi pidana atau denda sebesar 100 ribu baht atau Rp42 jutaan.

Pemerintah Thailand bukan tanpa alasan menetapkan larangan tersebut. Pasalnya tahun 2016 puluhan ribu puntung rokok ditemukan di sepanjang 2,5 kilometer garis pantai Negara Gajah Putih itu.

Belum diketahui lebih lanjut mengenai jumlah pastinya pada tahun ini setelah peraturan baru ditetapkan.

Dibandingkan sampah plastik, ukuran puntung rokok memang lebih sepele. Tapi sampah seukuran setengah jari kelingking manusia itu tetap punya andil menyumbang kiamat bagi kelestarian alam.

Dikutip dari tulisan ilmiah yang diterbitkan Environmental Defence dan International Coastal Cleanup Initiative, kapas filter dalam puntung rokok membutuhkan waktu 10 tahun untuk terurai.

Walau sudah terurai, namun jejaknya tak hilang. Malah bertumpuk sehingga menjadi bola salju masalah sampah.

Rokok sendiri mengandung sekitar 4.000 jenis bahan kimia, yang 70 di antaranya bisa mengakibatkan penyakit kanker.

Kapas filter pada rokok disematkan untuk menyaring racun. Saat telah menjadi puntung rokok, bagian tersebut masih menyisakan racun.

Bisa dibayangkan jika puntung rokok terbenam lama di daratan atau lautan. Tanah dan air akan menyerap racun yang tersisa hingga kadarnya tak sehat lagi bagi manusia.

Bagi fauna baik di darat atau di lautan, sampah puntung rokok bagai ranjau yang mereka tak bisa hindari.

Hewan-hewan bisa tercekik saat menelannya atau mencerna hingga keracunan.

Khusus di lautan, puntung rokok yang mencemari perairan bisa memengaruhi kualitas makanan ikan dan kawanannya, sehingga mereka pergi menjauh dari suatu kawasan.

Yang lebih gawat, jika tak ada lagi makanan mereka bisa saja punah.

(ard)