Laporan dari Hong Kong

Sekapur Sirih Pelesir Halal di Hong Kong

Suriyanto, CNN Indonesia | Minggu, 03/06/2018 12:30 WIB
Sekapur Sirih Pelesir Halal di Hong Kong Pemandangan kota Hong Kong dari ketinggian. (CNN Indonesia/Suriyanto)
Hong Kong, CNN Indonesia -- Hong Kong terdiri lebih dari 200 pulau. Namun dari sekian banyak pulau, hanya ada tiga pulau tersebesar yakni Pulau Hong Kong, Pulau Lantau, dan Pulau Kowloon yang termasuk di dalamnya kawasan New Territories.

Penduduk sekitar dalam kesehariannya menggunakan bahasa Inggris, Mandarin dan Kanton. Bahasa Inggrisnya relatif lebih mudah dipahami pengucapannya.

Hong Kong merupakan salah satu kota paling sibuk di dunia. Kota ini juga sangat padat. Dengan luas hanya 1.104 kilometer persegi, populasi negara ini 7,5 juta jiwa.


Terbatasanya lahan di Hong Kong membuat harga rumah hunian sangat mahal. Warga Hong Kong kebanyakan tinggal di apartemen karena mahalnya harga properti.

Hotel-hotel di Hong Kong juga jarang ada yang punya kamar luas. Kecuali harganya memang sangat mahal.

Selain rumah, beberapa kebutuhan harian yang harganya sangat mahal di Hong Kong adalah bahan bakar minyak, rokok, dan minuman beralkohol.

Harga mobil juga sangat mahal sehingga warga Hong Kong lebih memilih menggunakan angkutan umum yang sistemnya sudah tertata rapi ketimbang punya kendaraan sendiri.

Hal ini membuat lahan parkir di Hong Kong terlihat lengang serta jarang dijumpai kemacetan di jalan raya.

Sekapur Sirih Pelesir Halal DI Hong KongTradisi masih diusung Hong Kong. (AFP PHOTO / Anthony WALLACE)

Untuk transportasi, ada banyak pilihan di Hong Kong. Dari Bandara Internasional Hong Kong, turis bisa menumpang kereta cepat.

Sesuai namanya, kereta cepat ini bisa mengantar dari bandara di Pulau Lantau ke tengah kota di Pulau Hong Kong dalam tempo 24 menit saja.

Selain kereta, pilihan lain jelas taksi. Taksi di Hong Kong cukup ikonik karena terdiri dari mobil-mobil tua. Ini tak lepas dari mahalnya harga mobil.

Pilihan lain adalah kereta bawah tanah yang sudah menjangkau semua wilayah Hong Kong. Selain itu ada pula moda transportasi trem yang ada sejak tahun 1904.

Ada juga pilihan bus kota yang bisa membawa berkeliling Hong Kong.Rata-rata harga tiket angkutan umum di sana mulai dari HK$8 (sekitar Rp14 ribu) per orang.

Untuk kemudahan, para turis disarankan membeli kartu Octopus. Kartu seharga HK$150 (sekitar Rp266 ribu) ini berupa uang elektronik yang bisa diisi ulang untuk pembayaran semua moda transportasi di Hong Kong sampai belanja di mini market.

Islam memang menjadi minoritas di Hong Kong. Namun negara bekas jajahan Inggris ini mulai memperhitungkan kedatangan turis Muslim.

Manajer Marketing Senior Hong Kong Tourism Board (HKTB) Amy Lam mengatakan potensi turis Muslim sangat besar karena Islam adalah agama terbesar di dunia dan perkembanganya sangat pesat.

Namun peluang itu disadari harus disertai dengan berbagai persiapan. Pasalnya turis Muslim punya kebutuhan berbeda dengan turis lainnya. Amy mencontohkan persiapan dasar yang harus dipenuhi adalah keberadaan tempat makan halal dan tempat ibadah.

"Bagi turis Muslim, panduan tempat makan halal dan masjid bisa ditemui dalam situs Discover Hong Kong atau maskapai Cathay Pacific," kata Amy saat ditemui bulan kemarin.

"Hong Kong memang bukan negara mayoritas Muslim, tapi ada banyak hal yang bisa dinikmati turis Muslim di sini, terutama kalangan muda," lanjutnya.

Sekapur Sirih Pelesir Halal DI Hong KongMural di Graham Street, Hong Kong. (AFP PHOTO / TENGKU Bahar)

Amy lanjut mengatakan kalau turis muda gemar menjelajah dan berfoto.

Selain ke Disneyland Hong Kong atau Ocean Park Hong Kong, mereka bisa diarahkan untuk datang ke kawasan Old Town Center atau Sham Sui Po, untuk menatap sejarah Hong Kong di masa lampau.

Di Hong Kong juga mudah dijumpai lokasi yang pas untuk berfoto untuk diunggah di media sosial. Di Old Town Center saja banyak sudut untuk berfoto, karena banyak mural dan grafitti yang dilukis di dinding bangunannya.

Dari data yang dihimpun HKTB, Indonesia dan Malaysia adalah pasar potensial yang dibidik Hong Kong dari kawasan Asia Tenggara, terutama turis mudanya.

Sepanjang tahun lalu tercatat ada sekitar 500 ribu turis Indonesia yang pelesiran ke Hong Kong, yang diyakini sebagian besar merupakan kaum Muslim.

"Hong Kong bukan cuma Disneyland atau Ocean Park atau pusat belanja. Turis perlu mengetahui banyak destinasi altenatif di Hong Kong, sehingga mereka bisa datang kembali, tak hanya sekali," pungkas Amy.

(ard)