Kate Spade, Dugaan Bunuh Diri, dan Sisi Gelap Dunia Fesyen

Christina Andhika Setyanti, CNN Indonesia | Rabu, 06/06/2018 17:16 WIB
Kate Spade, Dugaan Bunuh Diri, dan Sisi Gelap Dunia Fesyen Kate Spade dan Andy Spade (Matthew Peyton/Getty Images/AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Desainer Kate Spade meninggal dunia pada Selasa (6/6) di apartemennya di New York. Kate Spade diduga meninggal dunia karena bunuh diri.

Seorang sumber yang dekat dengan Kate Spade mengungkapkan bahwa dua minggu lalu, sang desainer mengunjungi sekolah asrama putrinya Frances Beatrix saat hari kunjungan sekolah.

"Itu sudah dua minggu lalu," kata sang sumber kepada The Daily Beast.



"Saya tak percaya kalau dia berkeliling ke sekolah, berkomitmen untuk hal itu, dan dalam waktu dua minggu dia memutuskan untuk mengakhiri hidupnya sendiri."

Berita Kate Spade meninggal ini pun menggegerkan dunia fesyen. Ungkapan duka cita pun membanjiri lini masa media sosial. Selebriti yang menyukai karya-karya Kate Spade dan juga kawan-kawan desainer serta orang di industri fesyen pun mengungkapkan rasa kehilangannya.

"Saya sangat sedih mendengarnya. Ini sangat menyedihkan," kata Kelly Cutrone, publisis fesyen terkenal yang juga kawan Spade.

Kate SpadeFoto: REUTERS/Chip East/File Photo
Kate Spade

"Saya bertemu dengannya dua bulan lalu. Dia terlihat baik-baik saja, tapi semua orang terlihat baik-baik saja. Ini berita yang sangat menyedihkan, khususnya untuk putrinya."

Cutrone sendiri mengungkapkan bahwa Spade memiliki dampak yang besar untuk industri fesyen. Dia bahkan menganggap bahwa Kate Spade adalah Ralph Lauren versi perempuan.

Sementara itu, stylist selebriti Phillip Bloch juga mengaku kehilangan sosok Kate.

"Ini menyedihkan. Sangat, sangat, sangat sedih. Ini adalah satu dari sekian banyak hal ketika Anda lihat dan berkata, Anda punya suami, anak, dan bisnis, bagaimana ini bisa terjadi?" ucapnya.

Fesyen dan bunuh diri

Dugaan bunuh diri pun muncul saat berita Kate Spade meninggal dunia mencuat. Namun Cutrone mengungkapkan bahwa hal tersebut adalah sisi gelap dari dunia fesyen.


"Industri ini endemik dengan bunuh diri, bangkrut, depresi, dan kecanduan. Proporsinya bahkan cukup tinggi," kata perempuan yang pernah menjadi juri America's Next Top Model ini.

"Ini adalah alasannya mengapa banyak orang-orang kreatif itu hidup sendiri. Ini sangat menyedihkan. Saya baru saja berkata pada asisten saya,'Berapa kali kita menganggap ini tahun keberhasilan?"

Cutrone mengungkapkan bahwa Kate Spade adalah seorang pengubah keadaan di dunia industri tas tangan.

Robert Verdi, stylist sekaligus sosok di televisi fesyen mengungkapkan bahwa Kate Spade berhasil membalikkan keadaan. Dia setuju dengan ungkapan Cutrone.

"Semua label dan merek 'warisan' bukanlah orang Amerika, mereka Eropa. Tapi dia membalikkan industri ini. Dia maju lebih jauh di bandingkan perusahaan lain.

"Dia berhasil di semua level. Sangat tragis untuk dipikirkan bahwa di bawah bisnis yang luar biasa yang menjadi sebuah label terkenal ini ternyata sangat menyedihkan dan diliputi awan gelap," kata Verdi.

"Apa yang ada di kepalanya di menit-menit terakhir dalam hidupnya? Untuk merasakan kesendirian dan kegelapan dibandingkan dengan keindahan dan kemewahan dari label, yang notabene merupakan label yang ceria."


Spade bukanlah satu-satunya desainer yang diduga bunuh diri. Desainer L'Wren Scott di tahun 2014, sedangkan Alexander McQueen di tahun 2010 melakukan hal yang sama.

"Industri fesyen sangat berat sekarang ini. Ada banyak tekanan yang dialami. Ritel adalah kekacauan. Penjualan sangat buruk. Tidak ada kesetiaan dan guncangannya sangat besar. Semua orang mencintai Anda kemarin, tapi hari ini mereka tak suka Anda, dan besok? Siapa tahu?" kata Bloch.

"Kami hidup dalam bayang-bayang dan dunia datar namun tak ada yang benar-benar mendengar apa yang Kate katakan kepadanya saat dia merasa benar-benar depresi."

Bloch juga mengungkapkan kalau dunia fesyen merupakan dunia yang kejam karena tak ada rasa saling menghormati.

"Sangat buruk untuk industri ini karena tak ada satu orang pun yang menghormati orang lain, dan tak ada orang yang mencintai orang lain, dan tak ada satupun yang mau mendengarkan," ucapnya.

"Tak ada tempat yang lebih sepi dibandingkan di puncak."

"Anda mungkin bisa merasa sukses dan merasa sangat hebat, tapi Anda masih bisa merasa ini seperti sebuah kegagalan."

Masalah depresi jangan dianggap enteng. Jika Anda pernah memikirkan atau merasakan tendensi bunuh diri, mengalami krisis emosional, atau mengenal orang-orang dalam kondisi itu, Anda disarankan menghubungi pihak yang bisa membantu, misalnya saja Komunitas Save Yourselves https://www.instagram.com/saveyourselves.id, Yayasan Sehat Mental Indonesia melalui akun Line @konseling.online, atau Tim Pijar Psikologi https://pijarpsikologi.org/konsulgratis (chs/chs)