Masjid Granada, Bukti Sebaran Islam di Negara Matador

CNN Indonesia, CNN Indonesia | Kamis, 07/06/2018 10:48 WIB
Masjid Granada, Bukti Sebaran Islam di Negara Matador Masjid Granada di kota Granada, Spanyol. (Istockphoto/Perszing1982)
Jakarta, CNN Indonesia -- Benua Eropa juga punya objek wisata religi. Salah satunya berada di Spanyol, tepatnya berupa Masjid Agung Granada.

Masjid bernama asli Mezquita Mayor de Granada ini terletak di kota Granada, provinsi Andalusia, selatan Spanyol.

Masjid ini diresmikan pada tahun 2003. Umat Muslim di Granada dengan sukacita menyambut pembukaan masjid ini, pasalnya ini merupakan masjid agung pertama di kawasan mereka setelah 500 tahun lamanya.


"Ratusan tahun lalu penjajah Spanyol datang ke kawasan kami dan membumihanguskan keturunan Muslim. Saat ini masjid agung telah dibangun, berarti sejarah memilukan itu harus kita kubur bersama demi menatap masa depan yang lebih cerah," kata salah seorang warga Muslim Granada yang hadir dalam peresmian kala itu, seperti yang dikutip dari Telegraph.

Atas sejarah panjang itu, peresmian Masjid Granada sampai diberitakan secara luas oleh kantor berita dunia.

Granada merupakan salah satu pusat penyebaran Islam di Eropa. Ratusan warga di sana merupakan Muslim taat.

Setiap salat Jumat dan sepanjang bulan Ramadan, masjid berarsitektur Spanyol-Arab ini selalu ramai dikunjungi jemaah.

Ada tiga bagian yang bisa dikunjungi yakni taman, ruangan salat dan pusat kajian Islam. 

Selain yang berniat ibadah, banyak juga turis yang datang untuk mengenal sejarah dan arsitekturnya.

Masjid ini memang indah, berhadapan langsung dengan lembah Alhambram, sungai Darro, gunung Sabika yang merupakan komposisi pas untuk menatap matahari terbenam.

[Gambas:Instagram]

Sekretaris Jenderal Masjid Zacarias Lopez Rejon mengatakan pembangunan Masjid Granada dimulai pada 30 tahun lalu, bertepatan dengan masa ketika ayahnya memeluk Islam.

"Kami menemui berbagai kesulitan selama pembangunan masjid. Prosesnya memakan waktu lama karena masalah finansial dan politik. Pada tahun 2003, masjid itu akhirnya diresmikan," kata Rejon, seperti yang dikutip dari Anadolu.

Rejon lanjut mengatakan bahwa setiap bulan Ramadan ada kegiatan buka puasa bersama, pengajian sampai salat Tarawih yang digelar.

Menu berbuka puasa di masjid ini ialah susu, kurma dan Sup Harira Maroko.

Susu dan kurma disantap saat waktu berbuka, sementara Sup Harira Maroko disajikan setelah salat Tarawih.

Rejon menambahkan bahwa hingga saat ini Masjid Granada masih membuka pintu bagi mereka yang mau menyumbangkan dananya untuk pemeliharaan bangunan.

(ard)