Kritik Anak di Balik Masakan Anthony Bourdain

Yuli Yanna Fauzie, CNN Indonesia | Minggu, 10/06/2018 01:46 WIB
Kritik Anak di Balik Masakan Anthony Bourdain Meski masih belia, anak Anthony Bourdain ternyata merupakan salah satu kritikus masakan koki selebriti yang tewas pada Jumat (8/6) itu. (Reuters/Danny Moloshok)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ariane Bourdain (11), putri dari Anthony Bourdain, koki selebriti sekaligus pembawa acara wisata kuliner, yang meninggal pada Jumat (8/6), adalah kritikus setia masakan ayahnya itu.

Ia adalah buah hati Bourdain dengan mantan istrinya, Ottavia Busia. Keduanya menikah pada 2007.

Kepada Newsweek, Bourdain pernah membagi cerita bahwa Ariane senang melontarkan kritik atas masakannya. Ia juga sudah mahir mengidentifikasi rasa dari hasil racikan ayahnya itu.


"Dia adalah seorang kritikus yang sangat keras. Saya pernah menaruh sedikit, kecil, sedikit, pala di makaroni dan keju saya, dan dia tidak menikmati itu. Dia langsung menelepon saya," kata Bourdain seperti dilansir Newsweek, Sabtu (9/6).

Dia sering menerima kritik dari Ariane karena hampir setiap hari menjadi juru masak untuk bekal putrinya.

"Saya suka mengisi kotak bekal plastik kecil dengan hal-hal yang lezat," katanya dilansir dari People.

Di sisi lain, tak hanya menjadi pengkritik setia, Bourdain menyebut bahwa putrinya juga senang melemparkan tantangan kepadanya.

"Putri saya terkadang menantang untuk tidak mengulang membuat makanan yang sudah pernah, jadi ada sesuatu yang berbeda setiap harinya," kata dia.

Namun di balik itu semua, Ariane juga menjadi pendamping setia Bourdain di dapur. Sebab, darah dan ketertarikan dirinya pada masakan menurun kepada putrinya. Hal itu diketahui sudah berlangsung sejak Ariane berusia tujuh tahun.

Kedekatannya dengan Ariane sempat membuat Bourdain merasa lebih hidup. Ia mengaku putrinya seakan memberi alasan baginya untuk terus bertahan meski dalam kondisi sulit.

"Dalam retrospeksi [kenangan], saya tidak tahu bahwa saya akan melakukan itu hari ini. Sekarang saya seorang ayah dan cukup bahagia," ucapnya sebelum mengakhiri hidupnya.

Bourdain dinyatakan meninggal dunia karena bunuh diri setelah ditemukan di salah satu hotel di Perancis pada Jumat kemarin (8/6). Ia meninggal di usia 61 tahun.

Masalah depresi jangan dianggap enteng. Jika Anda pernah memikirkan atau merasakan tendensi bunuh diri, mengalami krisis emosional, atau mengenal orang-orang dalam kondisi itu, Anda disarankan menghubungi pihak yang bisa membantu, misalnya saja Komunitas Save Yourselves https://www.instagram.com/saveyourselves.id, Yayasan Sehat Mental Indonesia melalui akun Line @konseling.online, atau Tim Pijar Psikologi https://pijarpsikologi.org/konsulgratis. (stu/arh)