ART Infal, Andalan Ibu Rumah Tangga Saat Lebaran

Elise Dwi Ratnasari, CNN Indonesia | Sabtu, 16/06/2018 14:03 WIB
ART Infal, Andalan Ibu Rumah Tangga Saat Lebaran Asisten rumah tangga pulang kampung, jasa art infal pun jadi andalan ibu rumah tangga untuk membantu menjaga rumah tetap bersih.(utroja0/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Momen mudik Lebaran mau tak mau membuat sebagian rumah tangga harus kehilangan asisten rumah tangga (ART). Meski hanya bersifat sementara, pekerjaan rumah banyak terbengkalai jika tak ada asisten rumah tangga.

Oleh karena itu jasa infal banyak dimanfaatkan rumah tangga, termasuk oleh salah satu ibu rumah tangga di Jakarta, Endang Cahyani. Ia menuturkan telah menggunakan jasa infal sejak Senin (4/6) lalu.

"Untuk kondisi saat ini, saya sedang hamil tua, ya ada helper di rumah cukup membantu," kata Endang saat dihubungi CNNIndonesia.com melalui pesan singkat pada Rabu (13/6).



Lewat sebuah yayasan, ia memperoleh infal untuk bekerja hingga sekitar 25 Juni 2018 mendatang atau hingga pembantunya kembali dari mudik. Ia mengaku tidak mematok kriteria tertentu, hanya saja ia lebih memilih infal dengan usia matang.

Infal berusia muda, menurut dia, belum terasah dalam hal tanggung jawab dan ada kekhawatiran sang pembantu malah sibuk main-main daripada bekerja.

"Bisa masak sedikit-sedikit karena perlu buat menyiapkan makan sahur, friendly sama anak, karena saya ada anak, jadi lebih ke teman main kalau anak bosan," imbuh perempuan yang tinggal di kawasan BSD, Tangerang ini.

Untuk jasa infal ini, Endang harus mengeluarkan dana Rp200ribu per hari. Meski dibayar harian, pembantu tersebut ikut tinggal di rumah.

Berbeda dengan Endang, Ratna Wulaningsih warga Kampung Kandang, Jakarta Selatan tidak berani mengambil infal dari yayasan atau agen. Ratna bercerita dirinya memperoleh infal dari baby sitter yang ia temui di tempat les sang anak.

"Dia antar les anak bosnya. Saya tanya dan minta dicarikan, lalu dia bilang sama mamanya saja. Saya lebih yakin dan percaya karena tahu dari mana," katanya.

Sebelumnya, ia sempat mendapat tawaran dari sebuah agen penyalur, tetapi ia tak berani mengambil. Ia merasa tak yakin karena infal hanya bersifat sementara, belum lagi harus dibebani biaya administrasi.


Walaupun mempekerjakan infal, ia mengaku tetap ikut melakukan pekerjaan rumah atau sekadar mengawasi. Untuk jasa infal, ia mengeluarkan biaya Rp200ribu per hari selama kurang lebih seminggu.

"Dia menginap di rumah, kalau enggak ya repot. Nanti paling repot waktu Lebaran, kan saudara-saudara ke rumah," tutupnya.

Agen penyalur 'banjir' permintaan

Kebutuhan akan pembantu sementara pun dijawab oleh agen-agen penyalur pembantu. Momen mudik Lebaran pun jadi momen yang mereka nantikan. Ernawati, staf administrasi Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Sugesti mengatakan permintaan infal meningkat sejak awal Juni lalu.

Tahun ini, orang banyak mencari pembantu. Ia menuturkan, untuk pembantu rata-rata orang tidak memasang kriteria tertentu.

"Pada jarang (pasang kriteria), sedapatnya saja. Kalau baby sitter beda, biasanya orang mencari yang bersih, lumayan cakep, kebanyakan cari yang Jawa," jelasnya.

Permintaan infal memang selalu ada saat Lebaran dari tahun ke tahun. Hingga kini tercatat LPK Sugesti sudah menyalurkan ART dan baby sitter sebanyak 60 orang di wilayah Jabodetabek. Untuk ART, ia mematok Rp180ribu per hari, sedangkan baby sitter Rp300ribu per hari plus biaya administrasi Rp800ribu.

Akan tetapi, pengalaman berbeda dirasakan LPK Surya Insani yang berbasis di Bekasi Barat. Pada CNNIndonesia.com, Normayanti, staf marketing mengatakan terjadi penurunan permintaan infal. Mereka yang sudah memakai jasa pembatu dari agennya rata-rata mempekerjakan hingga Lebaran tiba, sedangkan permintaan infal dari majikan baru diterima sejak sebelum puasa.

"Kami menurunkan harga karena permintaan juga turun sekitar 20 persen," kata dia.


Norma berkata kini LPK 'hanya' mematok harga mulai dari Rp130ribu hingga Rp150ribu untuk pembantu, dari harga awal Rp200ribu. Sedangkan untuk baby sitter, dipatok tarif Rp200ribu dari harga awal Rp250ribu hingga Rp300ribu. Hingga kini LPK sudah menyalurkan sebanyak 30 ART dan baby sitter di wilayah Jabodetabek.

Menurutnya hal ini dilakukan agar para pekerja di LPK bisa memperoleh pekerjaan daripada terlalu lama menunggu. Norma menilai situasi ini dipengaruhi pertimbangan pengeluaran rumah tangga jika harus mempekerjakan infal. Selain itu, pekerjaan rumah tangga juga dapat digantikan dengan penyedia jasa terkait dengan harga lebih miring.

"Sekarang mau bersih-bersih rumah ada jasa pembersih, ada jasa laundry, makan juga bisa di luar apalagi ada jasa ojek online bisa antar makanan, kan pengeluaran jadi lebih sedikit. Sekarang sudah lumayan susah," keluhnya. (chs/chs)