Ulasan Fashion

Inspirasi Alam dalam Nuansa Ramadan Nan Suci

Elise Dwi Ratnasari, CNN Indonesia | Kamis, 17/05/2018 18:25 WIB
Inspirasi Alam dalam Nuansa Ramadan Nan Suci Koleksi Kami (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Momen istimewa termasuk momen Ramadan dan Lebaran identik dengan segala sesuatu yang istimewa pula. Salah satu label modest wear Indonesia, Kami merilis koleksi istimewa untuk menemani penikmat fashion di bulan yang suci.

Dalam gelaran bertema 'Kami Eidscapade 2018', ini Kami mempersembahkan tiga koleksi terbaru yakni Hanagami & Varsada, Marra dan Promenade. Koleksi Hanagami & Varsada membuat penikmat fashion terbuai dengan kelembutan, baik dari segi pilihan warna maupun bahan.

Menurut Nadya Karina, direktur kreatif Kami, koleksi ini ingin menampilkan kontrasnya pertemuan musim semi atau Hanagami dengan hujan atau Varsada. Musim semi yang identik dengan kesegaran serta bunga yang mulai bermekaran bertemu dengan hujan.



"Bunga-bunga bermekaran dengan hujan, dua-duanya punya elemen yang sama yakni air,"kata Nadya saat ditemui di sela gelaran di Barakat Market, The Ritz Carlton Hotel, SCBD, Jakarta Selatan, Rabu (16/5).

Musim semi ini kemudian tertuang dalam motif bunga-bunga di atas kain dengan warna-warni pastel. Koleksi didominasi warna putih, tosca serta mauve (ungu muda pucat).

Sedangkan hujan 'turun' menjadi motif-motif yang lebih abstrak dan pilihan tone warna yang lebih sendu. Motif-motif ini pun tidak tampil menonjol dengan warna kontras, melainkan dengan warna turunan dari warna kain.

Dengan potongan serba loose khas modest wear, Kami memberikan beragam pilihan siluet antara lain atasan berupa blus tanpa kancing, bawahan berupa celana panjang, tunik, luaran serta long dress. Meski terkesan biasa, tapi label ini memberikan aksen pada beberapa potong busana misalnya dengan ruffles, cutting asimetris, detail berupa rangkaian mutiara yang membentuk bunga di bagian pundak juga lengan berbentuk lonceng.

Untuk kerudung, warna-warna blok diaplikasikan demi meredam look yang sudah cukup bermotif. Motif yang tidak kontras plus pilihan warna pastel lembut kemudian diperhalus dengan pilihan bahan yang 'flowy' atau ringan.

Suasana sedikit berubah saat koleksi Marra menyapa penikmat fashion. Nadya menuturkan koleksi ini terinspirasi dari laut yang kemudian ia terjemahkan ke dalam motif busana.

"Motif ini seperti kalau di pantai ada pertemuan pasir dan air laut," ujarnya.
Koleksi Kami Foto: CNN Indonesia/Hesti Rika
Koleksi Kami

Pertemuan antara air laut dan pasir pantai membentuk garis-garis lengkung dan tertuang dengan kontras di atas kain-kain berwarna pastel. Motif lengkung ini menggunakan warna merah maroon juga biru tua. Berbeda dengan koleksi Hanagami & Varsada, kali ini pilihan warna kain untuk Marra sedikit lebih bold yakni warna gradasi tosca, biru, krem, cokelat, pink serta hijau.

Selain motif lengkung, terdapat motif abstrak yang lebih mirip kumpulan bunga atau bisa juga dilihat sebagai percikan air. Warna dan motif ini hadir dalam beberapa jenis siluet busana seperti luaran, atasan, bawahan, tunik, serta long dress.

Di sini, permainan bahan banyak ditonjolkan. Selain bahan-bahan serba ringan termasuk polysatin, koleksi juga menggunakan bahan bertekstur yakni polycrepe. Keindahan busana pun terlihat saat mata betul-betul memperhatikan karena sekilas ia tampak biasa.

"Ciri khasnya Kami memang seperti itu. Aksen yang enggak over tapi cantik. Ini seolah memberikan kejutan," tutur Nadya.

Kejutan pun seolah ditampilkan Kami dalam koleksi ketiganya yakni Promenade. Koleksi ini merupakan hasil kolaborasi dengan studio lace dan border Indonesia, Lace Story. Sentuhan berbeda ingin diberikan lewat kreasi sulam bordir dan anyaman lace.

Menurut Nadya, koleksi ini memiliki benang merah dengan koleksi yang pernah ditampilkan dalam Jakarta Fashion Week (JFW) 2017. Benang merah terletak pada 'aroma' Jepang lewat sashiko yakni sulaman yang mirip dengan jahitan jelujur. Di Jepang, sashiko tak hanya memberikan dekorasi tetapi juga bertujuan untuk memperkuat pertemuan lapisan kain.

Dekorasi sashiko mewujud dalam anyaman lace. Selain itu, jika biasanya motif-motif hadir dalam print kali ini ia hadir dalam sulam bordir alias embroidery. Detail serba rumit ini mampu mempercantik tampilan sekaligus membuatnya satu kelas di atas koleksi Marra maupun Hanagami & Varsada.

koleksi kamiFoto: CNN Indonesia/Hesti Rika
koleksi kami

Bordir mengambil bentuk yang terinspirasi dari alam yakni berupa bunga-bunga, sulur serta daun. Warna pastel masih jadi pilihan meski ada beberapa look yang menggunakan warna gold.

Selain permainan detail, kolaborasi dengan Lace Story membuat Kami banyak mengeksplor bahan lace. Permainan layering alias lapisan pun banyak digunakan, misalnya terdapat look yang menggunakan inner berupa long dress warna blok dan dilapisi dengan tunik peplum berbahan lace. Lace juga digunakan sebagai cape untuk melapisi atasan mulai dari pundak hingga bagian dada.

Secara keseluruhan, Kami ingin memberikan sesuatu yang banyak diinginkan pelanggan atau market saat ini. Penggunaan warna pastel dianggap banyak diminati plus penawaran bentuk-bentuk busana yang beragam.

"Kami bukan enggak mau mengeluarkan kaftan, gamis, dll. Orang ingin busana yang nyaman tapi stylish juga, makanya kami ingin memberikan banyak pilihan (bentuk)," jelas Nadya.

Ia menambahkan keragaman bentuk ini diharapkan memberikan kemudahan wanita untuk memadu padan. Label ini ingin menepis anggapan bahwa berhijab menjadikan wanita terbatas dalam pilihan busana. Padahal, kata Nadya, bukan soal tak ada pilhan tapi punya pilihan yang berbeda. Hal ini pula yang menegaskan mengapa permainan layering cukup menonjol dalam koleksi.

"Opsinya beda, gimana caranya penampilan tertutup tapi tetap gaya. Layering itu works banget, jadi lebih bergaya," imbuhnya.

Pilihan warna pastel memang terkesan aman, tapi tak memiliki kesan istimewa jika dikenakan dalam suasana hari raya. Penikmat fashion perlu menyiasati dengan pilihan kerudung dengan warna yang sedikit lebih 'berani'.

Koleksi KamiFoto: CNN Indonesia/Hesti Rika
Koleksi Kami

Look dengan ruffles memang memberikan aksen tersendiri. Ia tampak elegan karena diaplikasikan dengan apik pada bagian tertentu busana misalnya bagian bawah blus atau ujung lengan. Namun terdapat satu look dengan atasan seperti tumpukan banyak ruffles. Ini membuat tubuh bagian atas tampak 'penuh'.

Suasana Timur Tengah ala Barakat Market sangat mendukung kala gelaran memang mengusung modest wear. Namun pilihan musik malah jauh dari kesan ini. Musik ala padang gurun justru hanya hadir di sela gelaran, bukan menjadi musik pengiring. (chs/chs)