Cara Tepat Hindari Berat Badan Naik PascaLebaran

CNN Indonesia, CNN Indonesia | Sabtu, 16/06/2018 16:13 WIB
Cara Tepat Hindari Berat Badan Naik PascaLebaran Anda pasti tak ingin berat badan langsung melonjak pascaLebaran. Berikut cara mengatasinya. (Thinkstock/Photodisc)
Jakarta, CNN Indonesia -- Berbagai makanan khas lebaran sudah menyambut hari nan fitri. Sebut saja aneka jenis kue kering hingga daging bersantan. Cita rasanya yang lezat membuat sebagian orang kalap dibuatnya.

Menurut Jansen Ongko, MSc, RD, makanan seperti rendang, opor ayam, atau sejenisnya memiliki jumlah kalori yang tinggi. Akan tetapi makanan tersebut tetap diperbolehkan untuk dikonsumsi asalkan dalam jumlah yang sewajarnya.

"Tidak ada kandungan makanan yang membahayakan tubuh karena semuanya tergantung oleh besar kecilnya porsi yang dimakan," katanya melalui sambungan surat elektronik kepada CNNIndonesia.com, Rabu (13/6).



Seperti diketahui kalori merupakan unit dari energi yang terkandung pada makronutrisi di setiap makanan. Zat gizi yang dimaksud makronutrisi ialah protein, karbohidrat dan lemak. Menurut Jansen, tubuh membutuhkan kalori untuk melakukan berbagai aktivitas fisik dan bertahan hidup.

"Asupan kalori yang dibutuhkan oleh masing-masing individu berbeda karena dipengaruhi oleh banyak faktor, seperti tinggi badan, berat badan, usia, aktivitas fisik, kondisi kesehatan dan tujuan yang diinginkan. Sebagai contoh, pekerja kantoran tentunya membutuhkan asupan energi yang lebih rendah daripada atlit olahraga," ungkap konsultan nutrisi lulusan California State University, Amerika ini.


Jansen menambahkan, ada berbagai cara yang dapat dilakukan agar terhindar dari penumpukan kalori berlebih, terutama bagi mereka yang ingin menurunkan berat badan pascaLebaran.

"Caranya adalah, pertama aktif bergerak atau rutin melakukan berbagai aktivitas fisik termasuk olahraga. Kedua, membatasi keinginan untuk ngemil makanan yang kurang sehat," katanya.

"Ketiga, kebutuhan istirahat harian terpenuhi. Dan keempat, menambah pengetahuan tentang ilmu gizi," ujarnya. (bel/chs)