Waspada Penyakit akibat ART Mudik saat Lebaran

Puput Tripeni Juniman, CNN Indonesia | Rabu, 20/06/2018 11:41 WIB
Waspada Penyakit akibat ART Mudik saat Lebaran Rumah yang berantakan ditinggal ART mudik bisa menimbulkan penyakit. (Ilustrasi/Thinkstock/Gemenacom)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pekerjaan rumah seperti bersih-bersih dan mmeasak sering terbengkalai saat Lebaran karena asisten rumah tangga (ART) yang mudik. Itu ternyata bisa menimbulkan bahaya tersendiri.

Dokter ahli ilmu penyakit dalam Ari Fahrial Syam menilai ketiadaan ART dapat memicu berbagai penyakit bagi anggota keluarga.

"Menjelang Lebaran dan 1-2 minggu setelah lebaran biasanya pembantu rumah tangga juga ikut pulang kampung sehingga cenderung rumah kurang dibersihkan, tidak seperti biasanya," Ari menerangkan kepada CNNIndonesia.com, Rabu (20/6).



Itulah yang menurutnya membuat penyakit yang disebabkan oleh lingkungan tak bersih bisa meningkat. "Harus diantisipasi, yaitu infeksi usus, demam typhoid (tifus), disentri, leptospirosis dan juga demam berdarah atau DHF," kata Ari menyebutkan.

Salah satu pemicu penyakit-penyakit itu, lanjutnya, adalah penumpukan sampah. Sampah yang menumpuk karena tidak ada ART itu membuat binatang seperti lalat dan tikus dapat berkembang dan menyebarkan penyakit ke manusia.

"Lalat jelas membawa berbagai penyakit infeksi usus, baik yang hanya diare sampai yang berat seperti tifus. Tikus merupakan vektor penting untuk terjadi penyakit demam kuning atau leptospirosis," ujar Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia itu.


Selain itu, air yang lama tergenang dan tidak dibersihkan juga berpotensi menjadi tempat hidupnya jentik nyamuk aedes aegypti yang membawa virus demam berdarah. Genangan air itu bisa dari hasil buangan AC atau air dari kulkas atau dispenser.

Selain kebersihan lingkungan yang luput dari perhatian selama ART libur, makanan juga jadi salah satu masalah rumah tangga yang ditinggal ART.

Ari menyebut ketiadaan ART termasuk liburnya jasa katering umumnya menjadi masalah bagi para ibu rumah tangga. Mereka cenderung menyimpan makanan sebanyak-banyaknya di kulkas atau di meja makan pada suhu kamar, dalam waktu yang lama.


Sering kali, tanpa disadari makanan itu sudah terkontaminasi.

"Makanan yang terlalu lama di suhu kamar juga cenderung terkontaminasi. Dan yang menjadi masalah kadang kala tidak semua kuman yang mencemari makanan tersebut menyebabkan perubahan bau dan bentuk dari makanan," ujar Ari.

Ari pun menyarankan untuk selalu memanaskan ulang makanan, baik secara langsung maupun dengan microwave saat akan dikonsumsi kembali, agar keracunan makanan tidak terjadi.

Memakai jasa ART infal juga dapat menjadi pilihan agar kebersihan rumah dan makanan tetap terjaga. Atau, libur Lebaran bisa menjadi momen bagi anggota keluarga untuk bekerja sama membersihkan rumah. (rsa)