6 Cara Tak Menjadi Pengunjung Menyebalkan di Tempat Kongko

CNN Indonesia, CNN Indonesia | Rabu, 20/06/2018 12:47 WIB
6 Cara Tak Menjadi Pengunjung Menyebalkan di Tempat Kongko Ilustrasi. (kaicho20/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Masa libur Lebaran masih panjang. Hingga akhir pekan mendatang, rasanya memang pas untuk mengajak kerabat atau teman sudah lama tak bertemu.

Restoran, kedai kopi sampai bar menjadi tempat kongko pilihan untuk yang datang beramai-ramai.

Walau sama-sama membayar makanan atau minum, ketahuilah ada etika kongko yang perlu diingat. Karena bebas berekspresi boleh saja, asal tidak mengganggu orang sekitar.


1. Tahan Emosi

Tidak semua orang senang masuk kerja saat hari libur. Kalau mendapati pelayan kurang sigap dalam mengantar menu atau bon, sebaiknya tahan emosi. Apalagi jika suasana tempat kongko sedang ramai.

2. Beri Bangku

Kebanyakan tempat kongko menyediakan meja dengan bangku minimal untuk empat orang. Tentu saja orang yang hanya datang berdua dan menempati meja untuk empat orang bakal menjadi "musuh bersama" orang yang datang berombongan.

Kalau hanya datang berdua bisa minta pelayan untuk memberi meja yang lebih kecil. Dan kalau pilihannya kongko di bar, tak ada salahnya duduk di meja bartender. Nilai plusnya bisa memesan makanan atau minuman yang datang lebih cepat.

Dan jika datang bersama anak kecil, jangan paksakan diri untuk duduk di tempat dengan area merokok. 

3. Dilarang Tertawa Terbahak-bahak

Di zaman sekarang kedai kopi hampir mirip dengan perpustakaan. Tak cuma yang ingin menyesap kopi, banyak juga orang yang datang untuk membaca buku atau membuka laptop untuk bekerja.

Oleh karena itu sangat tidak etis jika berbicara dengan suara kerasa atau tertawa terbahak-bahak di kedai kopi dengan alasan mengganggu ketenangan.

Suasana tenang dan santai di salah satu kedai kopi di Yunani. (REUTERS/Marko Djurica)

4. Jaga Barang Bawaan

Tempat kongko populer yang memilih buka di hari libur tentu saja diserbu banyak orang. Tetap waspada dengan keadaaan sekitar, apalagi jika membawa banyak barang berharga yang dijinjing atau digenggam.

Jangan abai menaruh barang berharga dalam pengelihatan, terutama saat kongko di tempat yang ramai.

Jangan juga terlalu mengandalkan kamera keamanan yang terpasang, karena copet semakin lihai dalam beraksi. Bukan menakuti, namun penampilan para copet semakin tak jauh berbeda dengan pengunjung lain.

5. Datang Sebelum Tutup

Industri jasa, seperti hotel, tempat wisata atau tempat makan, merupakan industri yang bisa disebut kerja keras bagai kuda selama musim liburan.

Di saat pegawai kantoran libur, karyawan di sana harus tetap masuk melayani pengunjung. Anda puas kami lemas, begitu ungkapan kocaknya.

Demi menghargai jam kerja mereka sebaiknya tidak datang terlalu malam menjelang tutup. Minimal datang tiga jam sebelumnya.

Bisa juga menelepon tempat kongko yang dituju, karena di musim liburan jam buka tempat usaha mereka bisa saja berubah.

6. Beri Tip Lumayan

Tunjangan Hari Raya (THR) memang menjadi kewajiban perusahaan yang mempekerjakan karyawan, begitu pula dalam industri jasa.

Di Indonesia tradisi memberi tip kurang dikenal. Orang-orang merasa kalau harga makanan atau minuman yang mahal sudah termasuk uang lelah untuk pelayan yang bekerja.

Saat ini banyak tempat kongko yang menyelipkan 'service charge' sebagai pengganti tip yang diberi secara kesadaran. Uang tersebut biasanya masuk dalam total bon yang harus dibayar.

Tak ada salahnya berbagi kebahagiaan dan rezeki dengan pelayan yang sigap melayani dengan menambah uang tunai sebagai tip mereka, apalagi jika telah datang beramai-ramai dan kongko dalam waktu lama di tempat tersebut.

Contohnya jika dituliskan 'service charge' seharga Rp25 ribu, bisa saja memberi Rp25 ribu dalam bentuk tunai sebelum meninggalkan meja.

Tapi ingat, ikhlas adalah kata kuncinya.

(ard)