Diduga Hilang Setahun Lebih, Wisatawan Ditemukan Selamat

ANTARA, CNN Indonesia | Selasa, 03/07/2018 19:32 WIB
Diduga Hilang Setahun Lebih, Wisatawan Ditemukan Selamat Ilustrasi. (Foto: ANTARA FOTO/Novrian Arbi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Warga Desa Cibunar, Provinsi Jawa Barat, dikejutkan oleh kembalinya seorang yang diduga telah meninggal dunia setahun kemarin bernama Nining Sunarsih, ia sempat dilaporkan hilang tenggelam di Pantai Citepus, Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, pada tahun 2017.

Menyikapi hal ini, pihak Badan SAR Nasional (Basarnas) Pos dan Kepolisian Resor (Polres) Sukabumi akhirnya ikut turun tangan.

"Kami datang ke rumah Nining untuk mencari keterangan perihal kejadian ini," kata Ketua Basarnas Pos Sukabumi Aulia Solihanto di Sukabumi, seperti yang dikutip dari Antara, Selasa (3/7).


Menurut dia, pihaknya masih mencari tahu ihwal musibah hilang tenggelam yang menimpa Nining yang menjadi viral di dunia maya saat itu.

Ia pun merunut kejadian itu mulai dari laporan adanya korban kecelakaan hingga satu tahun setengah kemudian ditemukan dalam keadaan hidup.

Sementara itu Kapolres Sukabumi Kota AKBP Susatyo Purnomo Condro mengatakan kasus ini masih misterius, karena selama 1,5 tahun kebenaran pengakuan menghilang belum bisa terungkap kebenarannya.

Terkait kronologis kejadian Aulia menuturkan tahun lalu dirinya menerima laporan dari Polsek Palabuhanratu, bahwa ada wisatawan berjenis kelamin wanita terseret arus laut di Pantai Citepus. Pihaknya langsung melakukan pencarian.

Tetapi setelah tujuh hari operasi SAR berlangsung, Nining tidak ditemukan.

Sebagai gantinya ada laporan dari Polsek Cisolok bahwa ada penemuan jasad di sekitar pantai.

Setelah dievakuasi dan divisum di RSUD Palabuhanratu, dokter yang menangani menyimpulkan bahwa sekitar 60 persen jasad yang ditemukan berjenis kelamin wanita, meski sebagian anggota tubuhnya sudah hancur.

Tapi pihak keluarga menyanggah bahwa jasad itu adalah Nining.

Dan akhirnya setelah satu setengah tahun, Nining ditemukan di lokasi hilangnya pada saat di Pantai Citepus dengan kondisi masih hidup dan menggunakan pakaian yang sama di saat hilang lalu.

"Kami masih mencari keterangan dan mengevaluasi dengan adanya kejadian ini, termasuk mengkonfirmasi keluarga dan tim SAR yang ikut membantu mencari jasad Nining pada saat itu," kata Aulia.

Aulia mengatakan kunci kebenaran dari kasus ini adalah keterangan dari Nining sendiri, namun hingga kini belum bisa diajak komunikasi karena kondisinya masih lemah. 

Terkait kasus kecelakaan di pesisir Sukabumi, Badan Penyelamat Wisata Tirta (Balawista) Kabupaten Sukabumi, mencatat sepanjang libur Lebaran mulai H+1 hingga H+8 Idul Fitri 1439 Hijriah sebanyak 43 wisatawan menjadi korban tenggelam atau kecelakaan laut.

Ketua Harian Balawista Sukabumi, Yanyan Nuryanto, mengatakan sebanyak 37 orang berhasil diselamatkan sedangkan sisanya meninggal dunia.

Menurutnya, tingginya angka kecelakaan laut sepanjang libur lebaran tersebut disebabkan beberapa faktor seperti membludaknya jumlah wisatawan yang tidak seimbang dengan petugas, tidak taatnya wisatawan terhadap aturan dan ada juga yang nekat berenang hingga ke tengah.

Bahkan imbauan baik melalui papan pengumuman, bendera rambu, spanduk hingga pengeras suara jarang diindahkan oleh wisatawan.

(agr/ard)