Rompi Necis Pelatih Timnas Inggris Jadi Rebutan Museum

Puput Tripeni Juniman, CNN Indonesia | Kamis, 12/07/2018 13:09 WIB
Rompi Necis Pelatih Timnas Inggris Jadi Rebutan Museum Gareth Southgate dan rompinya. (REUTERS/Lee Smith)
Jakarta, CNN Indonesia -- Inggris memang gagal melangkah ke babak final Piala Dunia Rusia 2018. Tapi pesona sang pelatih Gareth Southgate dengan rompi fenomenalnya belum memudar.

Aksi Southgate yang mengenakan rompi saat mengarahkan anak asuhnya di pinggir lapangan terlihat necis dan menarik perhatian banyak pihak.

Selain laris terjual, para sejarawan sepakat rompi Southgate itu disebut sebagai benda yang memiliki makna budaya penting.


Pasalnya rompi berkancing itu dianggap membawa keberuntungan bagi Timnas Inggris menembus babak semifinal Piala Dunia 2018.

Three Lions terakhir kali mencapai babak itu pada helatan Piala Dunia 1990.

Kini rompi yang dikenakan Southgate sebagai luaran kemeja itu jadi rebutan museum ternama di dunia.

Museum London misalnya, menyatakan ingin membeli rompi biru dongker itu untuk dijadikan koleksi barang-barang bersejarah mereka.

Rompi yang dipakai Southgate dinilai membangkitkan kembali tradisi di Inggris.

"Rompi ini lahir di London pada 1666, dipopulerkan oleh Raja Charles II. Sekarang Gareth Southgate yang lahir di Watford menghidupkan kembali tradisi London dan membawa rompi menjadi tren mode," kata kurator fashion senior Museum London Beatrice Behlen, dikutip dari Telegraph.

Jika berhasil menjadi bagian dari koleksi Museum London, rompi ini bakal bersanding dengan pakaian bersejarah dari abad ke-16 hingga yang terbaru koleksi dari tahun 2014.

"Ini akan menjadi tambahan fantastis untuk kepemilikan kami," ujar Behlen.

Selain itu, National Football Museum di Manchester juga tertarik untuk mendapatkan rompi pelatih berusia 47 tahun itu.

Museum itu menyatakan rompi itu pantas untuk memorabilia olahraga.

National Football Museum meyakinkan rompi Southgate akan lebih cocok dipajang di museumnya, bersanding dengan 2.500 koleksi dari sejarah sepak bola.

"Ini pasti menjadi barang yang kami minati. Kami punya beberapa item unik dari sejarah sepak bola, seperti paspor Pele, dan rompi Southgate akan sempurna di sini," tutur juru bicara dari National Football Museum.

National Football Museum bahkan dengan terang-terangan mengajak Museum London bertarung memperebutkan rompi Southgate tersebut.

"Kami mengajukan pertarungan di tempat kami. Bagaimana pendapat Anda @MuseumofLondon," tulis National Football Museum melalui akun twitternya.

Hingga saat ini, belum diketahui secara pasti ke mana rompi fenomenal Southgate itu bakal berlabuh.

Rompi Southgate itu berhasil menjadi fenomena fashion terbaru belakangan ini. Media luar bahkan menyebutnya sebagai 'Gareth Southgate Effect' atau efek dari Southgate.

Efek Southgate itu dibuktikan dengan melonjaknya penjualan rompi yang dikenakan sang pelatih.

Diberitakan Independent, penjualan rompi Southgate di Marks & Spencer meningkat 35 persen pada beberapa waktu terakhir.

Label besar itu merupakan pemasok setelan resmi untuk timnas Inggris sejak 2007.

Rompi Southgate itu dihargai 65 poundsterling atau sekitar Rp1,2 juta.

(ard)