Banksy Berencana Pamerkan Karya yang Terlupakan

AFP, CNN Indonesia | Jumat, 13/07/2018 13:34 WIB
Banksy Berencana Pamerkan Karya yang Terlupakan Salah satu karya Banksy. (REUTERS/Benoit Tessier)
Jakarta, CNN Indonesia -- Seniman graffiti bawah tanah asal Bristol yang terkenal dengan karya minimalis sarat kritik soial dan politik, Banksy, akan kembali menggelar pameran di London, Inggris.

Rencananya karya-karya yang akan dipamerkan kali ini adalah karya yang luput dari perhatian publik.

Salah satu karya yang akan dipamerkan berjudul 'Bunga matahari dari Pom Bensin'.


Namun tetap ada beberapa karya klasik yang disertakan, seperti 'Gadis dengan Balon' dan 'Lemparan Bunga'.

"Anda akan menemukan karya Banksy yang mungkin tidak pernah dilihat sebelumnya. Di sini Anda akan menemukan karya Banksy dalam beragam bentuk, mulai dari stensil hingga cat air," ujar Co-Founder Galeri Lazinc, Steve Lazarides, seperti yang dikutip dari AFP, Rabu (12/7).

Lazarides bercerita dirinya pertama kali bertemu Banksy pada tahun 1997.

Saat itu ia merasa bahwa ada energi sangat kuat dari seniman yang hingga saat ini identitasnya masih misteri.

"Saat itu dia (Banksy) masih sangat bebas dari ekpektasi seperti yang dimilikinya saat ini. Saat itu ia masih melukis untuk bersenang-senang," ujarnya.

Setelah bertahun-tahun, kemampuan Banksy mulai diperhitungkan. Ia mulai memproduksi lukisan-lukisan yang jumlahnya terbatas, sehingga membuatnya mengelaborasi pekerjaannya dengan beberapa pihak.

Pada tahun 2008 Banksy berkolaborasi dengan Damien Hirst dan menghasilkan karya berjudul 'Keep it Spotless'. karya tersebut terjual dalam acara lelang di New York seharga US$1,8 juta (sekitar Rp 25,8 miliar).

Lazarides percaya Banksy sengaja mempertahankan kerahasiaan karena ia enggan membuat "takut" banyak orang.

Karena dengan tidak diketahuinya identitas sang seniman, maka sebagian besar orang tidak perlu merasa minder dengan keterbatasan pengetahuannya. Hal ini tentu sarat akan makna politis.

"Banksy bisa saja tim, duo, pria, atau wanita. Siapa yang tahu?" katanya.

(agr/ard)