Gejala Kecanduan Seks Karena Gangguan Kesehatan Mental

Puput Tripeni Juniman, CNN Indonesia | Jumat, 13/07/2018 23:32 WIB
Gejala Kecanduan Seks Karena Gangguan Kesehatan Mental ilustrasi seks (REUTERS/Hannibal Hanschke)
Jakarta, CNN Indonesia -- Perilaku seksual kompulsif alias kecanduan seks kini tergolong sebagai penyakit kejiwaan atau gangguan kesehatan mental. Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) baru saja memasukkan kencanduan seksual dalam daftar klasifikasi penyakit atau International Classification of Diseases (ICD-11).

Dalam panduan internasional bagi para dokter dan ilmuwan di seluruh dunia itu, kecanduan seksual masuk dalam ketegori gangguan kontrol impuls bersanding dengan piromania, kleptomania dan gangguan eksplosif intermiten.

WHO mendefinisikan kecanduan seks itu sebagai kegagalan dalam mengendalikan hasrat seksual.



"(Yaitu) kegagalan yang terus menerus dalam mengendalikan dorongan seksual yang intens dan berulang-ulang atau desakan yang menghasilkan perilaku seksual berulang," tulis WHO dalam ICD-11.

Dalam dokumen dasar kesehatan dunia itu, kecanduan seksual diikuti oleh beberapa gejala. Berikut gejaja-gejala gangguan kesehatan mental kecanduan seksual menurut WHO.

1. Aktivitas seksual jadi fokus utama
Salah satu gejala yang muncul pada kecanduan seks adalah aktivitas seksual yang berulang-ulang dan menjadi fokus atau prioritas utama dalam kehidupan seseorang. 

Akibatnya, seseorang yang kecanduan seks sering kali lupa merawat diri, mengabaikan kesehatan, melupakan minat, meninggalkan aktivitas dan tanggung jawab lainnya. 

2. Gagal mengendalikan hasrat seksual 
Gejala lain yang timbul adalah selalu gagal dalam mengendalikan hasrat seksual yang berulang. Berbagai cara untuk mengurangi keinginan seksual itu sering kali tak berhasil dilakukan.

"Berbagai upaya tak berhasil dilakukan untuk mengurangi perilaku seksual berulang," tulis WHO.


3. Terus menerus
Selain itu kecanduan seks juga ditandai dengan aktivitas seksual yang terus menerus dilakukan meskipun kegiatan itu menimbulkan kerugian. Seringkali aktivitas seks berulang itu juga tak mendatangkan kenikmatan.

"Perilaku seks itu tetap dilakukan terlepas dari konsekuensi yang merugikan atau tidak mendapatkan kenikmatan sama sekali," tulis WHO.

4. Jangka waktu
Seseorang baru dapat dikatakan mengidap gangguan kesehatan mental kecanduan seks jika gagal dalam mengontrol hasrat yang berujung pada perilaku seksual berulang dalam jangka waktu yang lama yakni enam bulan atau lebih.

5. Menimbulkan masalah
Kecanduan seks yang terus menerus itu dapat menyebabkan masalah signifikan dalam berbagai hal. Mulai dari kehidupan personal, keluarga, sosial, pendidikan, pekerjaan, dan area penting lainnya dalam kehidupan.

Dalam kata lain, kecanduan seksual yang dapat digolongkan pada gangguan kesehatan mental ini mengganggu dan merusak keseimbangan hidup seseorang.

Setiap orang yang memiliki gejala-gejala kecanduan seks ini diharapkan segera berkonsultasi dengan ahli. (chs)