Studi: Pura-pura Orgasme Bisa Tingkatkan Kehidupan Seks

Elise Dwi Ratnasari, CNN Indonesia | Kamis, 12/04/2018 01:15 WIB
Studi: Pura-pura Orgasme Bisa Tingkatkan Kehidupan Seks ilustrasi seks (Thinkstock/puhhha)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tak seperti pria, wanita cenderung sulit untuk mencapai klimaks dalam hubungan intim atau orgasme.

Sementara itu, orgasme 'palsu' atau pura-pura orgasme dianggap tabu. Riset yang diterbitkan di Journal of Sexual Archieves ini melibatkan hampir lima ratus pasangan heteroseksual. Ada beberapa alasan mengapa mereka berpura-pura orgasme antara lain, rasa takut, rasa tidak aman, melindungi perasaan pria dan keinginan untuk mengakhiri sesi 'ranjang'.

Namun sebuah penelitian terbaru mengungkapkan bahwa sebenarnya pura-pura orgasme justru bisa meningkatkan kehidupan seks pasangan.


Jika wanita berpura-pura orgasme, pasangannya menjadi lebih bersemangat. Semangat ini pun menular sehingga para wanita jadi lebih bersemangat.


Tracey Cox, ahli seks berkata bahwa sebenarnya berpura-pura orgasme tidak terlalu masalah.

"Beberapa terapis seks berkata jika kamu mengalami orgasme bersama pasangan sebanyak 90 persen, ini tidak direkomendasikan. Tapi jika hanya 10 persen pura-pura orgasme, maka ini masih bisa diterima," kata Tracey dikutip dari Daily Mail.

Gairah tinggi atau 'elevated arousal' adalah istilah teknis untuk membuat orgasme palsu. Idenya, saat orang berusaha melakukan hal yang diharapkan akan terjadi, maka hal yang sebenarnya diharapkan akan terjadi di kemudian hari.

Hal ini juga dapat diterjemahkan dalam pepatah 'fake it till you make it'. Strategi ini mirip yang diterapkan bagi para atlet untuk memvisualisasikan kemenangan.

Kendati demikian, Tracey mengingatkan ada hal-hal yang perlu diperhatikan pasangan. Pria akan menggunakan teknik yang sama karena ia pikir ini efektif. Ini bisa membuat wanita frustasi dan sangat mengganggu kala bercinta.

"Memiliki keberanian untuk terbuka dan berkata 'Sebenarnya, itu bukan apa-apa buat saya' itu sulit, tapi Anda harus melakukannya," kata Tracey.


Ia mengingatkan terlalu sering berpura-pura di awal hubungan bisa membentuk pola tingkah laku berdasarkan tipuan dan ketidakpuasan.

Sementara itu, seksolog Nikki Goldstein menuliskan dalam blognya bahwa bagi sebagian wanita, orgasme bisa jadi sesuatu yang begitu sulit. Ada beberapa faktor yang menyebabkan hal ini.

"Musuh terbesar wanita bisa jadi dirinya sendiri. Saat berpikir berlebihan akan sesuatu hal, lekat di pikiran dan ini bisa membuat kita tidak fokus," ujarnya. (chs/chs)