5 Cara Buat Hari Masuk Sekolah Bebas Tangisan Anak

Christina Andhika Setyanti, CNN Indonesia | Senin, 16/07/2018 11:49 WIB
5 Cara Buat Hari Masuk Sekolah Bebas Tangisan Anak ilustrasi anak menangis (Pixabay/blueMix)
Jakarta, CNN Indonesia -- Orang tua pasti bahagia melihat anak-anaknya sudah mulai beranjak besar dan masuk sekolah hari pertama.

Sekalipun sekolah sebenarnya tempat yang menarik untuk anak, namun tetap saja ini adalah dunia baru untuk mereka. Di hari pertama sekolah, tentu ada drama yang kerap terjadi antara orang tua dan anak, termasuk anak yang menangis keras karena tak mau ditinggal orang tuanya.

Mengucapkan perpisahan dan selamat tinggal sementara di hari pertama sekolah memang bisa jadi momen berat untuk anak dan orang tua. 




Mengutip Parents, berikut beberapa tips agar bebas air mata saat harus masuk sekolah.

1. Kenalkan guru ke anak
Memperkenalkan guru ke anak akan membuat anak merasa lebih nyaman dan tak menganggap sang guru sebagai orang asing. Tegaskan bahwa Anda percaya para guru untuk mengajar dan menjaga anak di sekolah.

2. Bawa 'teman' dari rumah
Boneka sampai mainan yang akrab dengan anak bisa menjadi 'iming-iming' untuk mereka tetap tenang. Namun pastikan Anda bertanya pada guru apakah mereka bisa membawa mainan atau bonekanya ke sekolah untuk teman sementara.

3. Pamitan ke anak saat akan pulang
Jangan pernah mengendap-endap ketika akan pulang dengan alasan takut anak menangis. Pastikan Anda mengucapkan selamat tinggal ke anak sebagai bukti kalau Anda dan dia saling percaya.

4. Saat berpisah, langsung pergi
Setelah mengucapkan selamat tinggal, Anda harus langsung pulang. Perpisahan yang lama dan berbelit-belit sambil mengintip sesekali sebelum pulang akan membuat anak berpikir bahwa sekolah itu tempat yang buruk.

Semakin lama Anda berada di tempat itu, maka perpisahan akan semakin berat. Biarkan anak tahu kalau Anda akan kembali menjemputnya.


5. Kenali nama teman-temannya
Cara ini akan membantu anak untuk bisa lebih tenang dan tak takut sekolah. Ketika Anda memanggil teman-teman anak dengan namanya, ini akan menimbulkan kesan bahwa sekolah adalah tempat yang bersahabat dan aman.

(chs)