Waspada Jambret Usai 'Dugem' di Bali

CNN Indonesia, CNN Indonesia | Senin, 16/07/2018 14:01 WIB
Waspada Jambret Usai 'Dugem' di Bali Sebuah tulisan ekspresi warga lokal di tembok seakan pengingat bagi turis asing agar berlaku santun dan menjaga norma yang ada dan menjaga hubungan baik dengan wanita lokal setempat. (CNNIndonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Bali menjadi tujuan wisata musim panas turis domestik dan internasional. Sayangnya Pulau Dewata beberapa kali dinodai oleh sejumlah tindak kriminal yang meresahkan, mulai dari penjambretan sampai pencabulan.

Dikutip dari Antara pada Jumat (13/7), Kepolisian Resor Kota Denpasar baru saja menangkap 33 orang yang diduga sebagai pelaku kejahatan yang meresahkan masyarakat dan turis.

"Sebanyak 33 orang pelaku kejahatan ditangkap saat petugas menggelar Kegiatan Kepolisian Yang Ditingkatkan (K2YD) yang berlangsung 6 Juli 2018 hingga saat ini dan akan terus berlangsung hingga 20 Oktober 2018," kata Wakapolresta Denpasar AKBP Nyoman Artana.


Ia lanjut mengatakan dari 33 orang tersebut aksi kejahatan jalanan yang paling mendominasi di antaranya copet, jambret, pencurian, premanisme, narkoba dan kepemilikan senjata tajam.

Pelaku copet atau jambret menyasar turis--terutama dari mancanegara, yang dalam kondisi mabuk berat usai kongko ke tempat hiburan malam di area Kuta dan Legian.

"Mereka mengincar HP dan tas milik korban, di mana modus mereka menyamar menjadi ojek liar," katanya.

Tak cuma di Bali, kasus kriminal juga pasti pernah terjadi di destinasi wisata yang ramai seperti Roma atau Barcelona.

Meski demikian ada beragam cara untuk mengamankan diri dan barang berharga saat berwisata:

1. Jangan pamer benda berharga saat ke luar tempat penginapan. Sebaiknya utak-utik benda berharga saat di dalam kamar. Jika terpaksa menggunakannya di restoran atau kedai kopi, perhatian suasana sekitar sehingga tahu jika diri sedang diincar.

2. Bawa tas di sisi yang aman saat berkendara dengan motor atau berjalan kaki, jangan keluarkan benda berharga jika tak terpaksa.

3. Jika pilihannya berjalan kaki, pastikan selalu berjalan di sisi dalam trotoar sehingga penjambret dengan sepeda motor kesulitan meraih benda berharga.

4. Sepulang dari tempat kongko di malam hari cari alat transportasi yang resmi dan terpercaya. Ingatlah untuk berjalan kaki dengan banyak orang, jangan sendirian atau hanya berdua.

5. Tolak makanan atau minuman dari orang asing yang kurang dikenal dan dirasa mencurigakan, terutama saat berada di tempat kongko malam hari.

6. Kalau pilihannya minum alkohol usahakan hanya meminum satu jenis minuman agar terhindar dari masalah kesehatan yang menyulitkan proses pulang ke tempat penginapan.

7. Hindari berpakaian atau berperilaku yang sekiranya mengundang pelaku kriminal berniat jahat.

(ard)