Nama Gareth Southgate Diabadikan di Stasiun Kereta Inggris

REUTERS, CNN Indonesia | Rabu, 18/07/2018 09:19 WIB
Nama Gareth Southgate Diabadikan di Stasiun Kereta Inggris Pelatih timnas Inggris Gareth Southgate. (REUTERS/Dylan Martinez)
Jakarta, CNN Indonesia -- Bukan cuma di Perancis, pretasi timnas yang berlaga di Piala Dunia Rusia 2018 juga diapresiasi di Inggris.

Dikutip dari Reuters pada Rabu (18/7), pemerintah Inggris mengubah nama stasiun kereta bawah tanah mereka menjadi nama pelatih timnas Inggris, Gareth Southgate.

Pemerintah Inggris merasa kalau pretasi timnas Inggris tahun ini terbilang membanggakan selama 28 tahun karier timnas mereka di Piala Dunia.


Pemerintah Inggris melalui perusahaan layanan kereta bawah tanah Transport for London (TfL) mengubah nama Stasiun Kereta Bawah Tanah Southgate di London Utara menjadi Gareth Southgate selama dua hari.

Pihak TfL juga mengatakan bahwa kemungkinan ada monumen Southgate di stasiun itu.

"Kita harus merayakan pencapaian penting ini," kata Patricia Gomez, yang datang dari Morden di London Utara. Ia bahkan sampai bolos dari kantornya hanya untuk berfoto di papan bertuliskan 'Gareth Southgate Station'.

"Ia sangat mengesankan, ia memberikan semangat kepada tim dan membuat mereka merasa seperti keluarga," lanjutnya.

Selain kepiawaiannya mengurus timnas Inggris, Southgate juga semakin dikenal karena kerap menggunakan rompi dalam setiap pertandingan.

Salah satu butik di Inggris mengatakan penjualan rompi jadi meningkat karena banyak penggemar yang meniru gaya berpakaian Southgate.

Selain laris terjual, para sejarawan sepakat rompi Southgate memiliki makna budaya penting.

Pasalnya rompi berkancing itu dianggap membawa keberuntungan bagi Timnas Inggris menembus babak semifinal Piala Dunia 2018.

Three Lions terakhir kali mencapai babak itu pada helatan Piala Dunia 1990.

Kini rompi yang dikenakan Southgate sebagai luaran kemeja itu jadi rebutan museum ternama di dunia.

Museum London misalnya, menyatakan ingin membeli rompi biru dongker itu untuk dijadikan koleksi barang-barang bersejarah mereka.

Rompi yang dipakai Southgate dinilai membangkitkan kembali tradisi di Inggris.

"Rompi ini lahir di London pada 1666, dipopulerkan oleh Raja Charles II. Sekarang Gareth Southgate yang lahir di Watford menghidupkan kembali tradisi London dan membawa rompi menjadi tren mode," kata kurator fashion senior Museum London Beatrice Behlen, dikutip dari Telegraph.

(ard)