Menikmati Budaya Nusantara dan Mancanegara di EIFAF 2018

CNN Indonesia, CNN Indonesia | Minggu, 22/07/2018 16:50 WIB
Menikmati Budaya Nusantara dan Mancanegara di EIFAF 2018 Perpaduan budaya nusantara dan mancanegara dihadirkan dalam Internasional Erau Adat Kutai dan International Folk Art Festival (EIFAF) 2018. (Dok. Kemenpar)
Tenggarong, CNN Indonesia -- Jalan-jalan penuh. Pedagang kaki lima kewalahan mendapat pesanan. Ponsel pintar dan kamera tak henti mengarah kepada rute sepanjang dua kilometer di Tenggarong, Kabupaten Kutai Kertanegara.

Jalanan padat dari depan Sekretariat Gerbang Raja, Jembatan Repo-repo, Jembatan Besi hingga Kedaton Kutai Kertanegara, kompak menyaksikan Parade Budaya Internasional Erau Adat Kutai dan International Folk Art Festival (EIFAF) 2018 yang digelar 21-28 Juli 2018.

"Animo masyarakat luar biasa. Semua antusias menyaksikan suguhan budaya nusantara yang dipadukan budaya dunia," tutur Ketua Calendar of Event (CoE) Kementerian Pariwisata Esthy Reko Astuti, Sabtu (21/7).


Antusiasme warga dan wisatawan memang sudah terlihat sejak pukul 08.00 WITA. Sisi kiri kanan di sepanjang rute yang dilalui peserta festival budaya nusantara dan internasional ini, sudah disesaki lautan manusia. Semuanya menonton dengan tertib kirab budaya yang melintas sejauh dua kilometer.

Pengunjung yang datang dibuat bergairah dengan suguhan beragam budaya. Ada Dayak, Minang, Kutai, Toraja, Sulawesi Utara, NTT, Jawa, Banyuwangi, Lombok sampai Reog Ponorogo.

Dari mancanegara ada Hongaria Hongaria, India, Polandia, Rumania dan Turki yang unjuk kebolehan. Jalanan yang sudah disterilkan aparat kepolisian berubah jadi lautan manusia.

"Estimasi panitia ada ribuan orang yang datang menyaksikan pembukaan Kirab Budaya Erau Adat Kutai dan International Folk Art Festival," tambah Esthy.

Generasi Pesona Indonesia (GenPI), juga ikut berpartisipasi. Ada tim foto, penulis, video, dan media sosial yang diterjunkan ke Tenggarong. Komunitas pecinta pariwisata ini tak berhenti mengabadikan semua momen. Merekamnya lewat gawai, lalu mem-posting hasilnya ke dunia maya.

"Hobi traveling saya jadi lebih bermanfaat. Saya bisa nge-vlog, bikin tulisan, foto-foto. Dan semuanya bahkan dijadikan tranding topics. Keren kan," timpal Yopie Pangkey, anggota GenPI asal Lampung.

Menteri Pariwisata Arief Yahya pun memuji acara ini.

"Ini semakin menunjukkan Tenggarong di Kutai Kartanegara sebagai kota yang kental budaya dan available buat wisatawan. Makin banyak event yang mengundang kekaguman publik, makin tersebar dalam kemasan promosi yang bagus, akan semakin bagus," kata Arief Yahya. (stu)