Matasora World Music Festival 2018 dan Inspirasi Indonesia

CNN Indonesia, CNN Indonesia | Minggu, 22/07/2018 17:50 WIB
Matasora World Music Festival 2018 dan Inspirasi Indonesia Festival musik dunia Matasora World Music Festival (MWMF) 2018 digelar di Cijaringao Hejo Udjo, Bandung, menampilkan konser musik, diskusi dan pameran. (Dok. Kemenpar)
Jakarta, CNN Indonesia -- Festival musik dunia Matasora World Music Festival (MWMF) 2018 digelar di Cijaringao Hejo Udjo, Bandung, Minggu (22/7).

Menurut Menteri Pariwisata Arief Yahya, MWMF merupakan sajian berkelas yang tidak boleh dilewatkan. Tahun ini, MWMF menampilkan konser musik, diskusi, dan pameran.

"Ini adalah perhelatan yang kedua kalinya setelah tahun lalu dilangsungkan di Gudang Persediaan PT KAI. Pagelaran ini akan mengangkat seni dan budaya yang menjadi bagian tak terpisahkan dari Paris Van Java. Menjadi sebuah pertunjukan seni yang seru, yang sayang untuk dilewatkan," ujar Menpar Arief Yahya, Jumat (20/7).


Dalam MWMF kali ini, ada Sambasunda, Doel Sumbang, Lukmaan Hakeem & Friends, Malire, Bebenjo, Trio Bigibas, Mary Jane, West Java Syndicate, dan Mirna.

Ada juga deretan kolaborator ciamik yang siap disuguhkan MWMF seperti Cijaringao Placemaking, Saung Angklung Udjo, Ruang Kolaborasa, Klab Jazz, Jazzuality, dan Ruang Putih.

"Selain itu, terdapat pula sesi diskusi yang diisi oleh Dewan Kesenian Kota Bandung. Acaranya diselenggarakan dari mulai 13.00 WIB hingga 21.00 WIB. Dan pastinya gratis dan terbuka untuk umum. Jadi silahkan datang dan nikmati sajian MWMF 2018," kata Menpar Arief Yahya.

Dipilihnya Cijaringao Hejo Udjo sebagai tempat pelaksanaan bukannya tanpa sebab. Cijaringao Hejo Udjo adalah kawasan hijau yang bisa menjadi alternatif tempat kegiatan berbasis kreativitas seni dan budaya. Sehingga mampu menyuarakan pesan dan nilai kearifan lokal yang dimiliki bangsa ini.

"Meski lokasinya tidak berada di tengah perkotaan, namun diharapkan punya nilai apresiasinya tersendiri di tengah alam terbuka yang asri dan asli," kata pengelola Cijaringao Hejo Udjo, Taufik Hidayat.

Sementara itu Ketua Panitia MWMF Ismet Ruchimat mengatakan, MWMF 2018 digelar lebih intim dan bersahaja. Ismet pun mengajak masyarakat untuk dapat meramaikan festival. Terlebih lagi MWMF kali ini lebih menitik beratkan pada potensi pengisi acara lokal.

"Kita berharap seniman lokal dapat lebih menempatkan diri dalam peta genre "world music" internasional ke depannya," ucap Ismet.

Terpisah, Direktur Kreatif MWMF Galih Sedayu menyebutkan, bahwa MWMF mengusung semangat kolaborasi. Dengan sering berkolaborasi, maka hambatan dan permasalahan, dengan sendirinya, akan terurai.

"Lebih daripada itu, kegiatan ini malah akan menjadi simpul kecil yang senantiasa mewartakan berita baik perihal Indonesia melalui musik," kata Galih.

Kabid Pemasaran Area I Kemenpar Wawan Gunawan, juga menilai perhelatan ini akan sukses.

"Ada pengalaman dari tahun sebelumnya. Kemudian Matasora juga digelar di Bandung yang kuat dalam hal 3A (atraksi, aksesibilitas, dan amenitas). Saya yakin event ini akan maksimal dan menghadirkan wisatawan," katanya. (stu)