Bekas Persembunyian Pablo Escobar jadi Sanggraloka Mewah

CNN Indonesia, CNN Indonesia | Jumat, 10/08/2018 14:59 WIB
Tempat yang saat ini diberi nama Casa Malca, mengalami perombakan yang signifikan dalam sektor desain interior. Ilustrasi (Foto: Dok. Amanjiwo Borobudur Resort YATS Colony via www.aman.com)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sebuah tempat bekas persembunyian Pablo 'sang dewa narkotik' Escobar di Tulum, Meksiko, disulap menjadi sebuah sanggraloka atau resor yang mewah. Padahal tempat ini tercampakkan selama nyaris dua dekade.

Tempat ini baru dibereskan oleh Lio Malca, seorang pemuja seni dari New York, pada tahun 2012. Itu artinya tempat ini terbengkalai selama 19 tahun, sejak Pablo Escobar wafat pada 1993.

Selama bertahun-tahun Malca membenahi tempat ini sembari memberinya 'kehidupan' baru, pada tahun 2015 tempat yang diberi nama Casa Malca ini akhirnya resmi dibuka untuk umum.


Sebagai pemuja seni, Malca menjadikan tempat ini sebagai sanggraloka rasa galeri lukisan. Hal ini dikarenakan koleksi dan karya-karyanya, menghiasi setiap sudut tempat ini.

Casa Malca sengaja didesain untuk menyatukan unsur seni kontemporer dengan suasana relaksasi 'surgawi'. Sebagai daerah yang dianugerahi sinar mentari yang berlimpah dan pantai, Tulum seakan menjadi tempat yang sangat mewakili citra Casa Malca.

Secara keseluruhan, nuansa bangunan ini sangat mirip dengan rumah-rumah khas daerah pesisir yang anggun. Mengutip forbes, kesan alami masih dipertahankan oleh Malca agar menyatu dengan lingkungannya yang didominasi pohon kelapa.

Sanggraloka ini memiliki 42 kamar dengan berbagai kelas dan ukuran, seperti Junior Suites (121 meter persegi), Beachfront Master Suites (195 meter persegi, ditambah 182 meter area luar ruangan pribadi).

Kelebihannya semua kamar memiliki pintu yang terbuat dari kaca, hal itu ditujukan agar kehangatan dan vibrasi positif sinar mentari mampu memberkahi setiap ruangan di Casa Malca. Selain itu pilihan kuliner di Casa Malca memadukan unsur tradisonal dan modern. (agr)