7 Tanda Tubuh Kurang Olahraga

Elise Dwi Ratnasari, CNN Indonesia | Selasa, 14/08/2018 19:16 WIB
7 Tanda Tubuh Kurang Olahraga Dari gampang sakit sampai 'moody', semuanya bisa jadi dampak dari kurangnya tidur seseorang. Foto: REUTERS/Ammar Awad
Jakarta, CNN Indonesia -- Olahraga teratur bakal berdampak positif pada tubuh. Tak cuma mengecilkan lingkar pinggang dan paha, tapi lebih dari itu, olahraga berperan penting mengontrol kesehatan tubuh.

Tanpa bergerak atau beraktivitas, tubuh manusia akan kacau balau. Denyut jantung melemah, distribusi oksigen--yang berfungsi menjaga kelenturan otot--terganggu. Tak aneh jika seluruh tubuh mendadak pegal-pegal dan kaku.

Tubuh terasa pegal hanya bagian kecil dari sederet dampak yang dihasilkan gara-gara jarang berolahraga. Mengutip berbagai sumber, berikut tanda-tanda yang bisa muncul pada seseorang yang jarang berolahraga.


1. Susah tidur

Sering merasa sulit tidur? Hati-hati, itu merupakan salah satu gejala kurang berolahraga.

"Orang yang berolahraga lebih cepat tidur dan tidur lebih nyenyak daripada orang yang tidak berolahraga," ujar personal trainer, Jeff Miller, mengutip Simple Most.


Dalam sebuah studi yang dipublikasikan dalam Sleep Medicine Journal, peneliti dari Northwestern University meneliti orang dewasa pengidap insomnia. Beberapa partisipan diminta berolahraga, sementara beberapa lainnya tidak. Hasilnya, mereka yang sebelumnya melakukan aktivitas fisik bisa tidur 1,25 jam lebih lama daripada mereka yang tidak ikut serta dalam aktivitas fisik.

2. Gampang sakit

Beberapa penelitian kerap mengaitkan olahraga harian dengan sistem imun tubuh. Pakar fitness, Brandon Mentore mengatakan bahwa seseorang perlu meningkatkan aktivitas fisiknya untuk menstimulasi jaringan otot untuk meningkatkan pertahanan tubuh.

Pada Insider, Mentore menyebut, tubuh yang sakit adalah sinyal bagi seseorang untuk lebih aktif berolahraga.

3. Sering kelelahan

Meski makan dan tidur terasa cukup, tapi terkadang tubuh masih saja terasa lelah. Itu jadi pertanda bahwa tubuh perlu lebih banyak bergerak.


Sebuah penelitian dari University of Georgia merekomendasikan olahraga intensitas sedang selama 20 menit sebanyak tiga kali dalam sepekan yang mampu meningkatkan energi hingga 20%. "Ini semacam motivasi untuk memperoleh otot besar. Sekali bergerak, energi Anda meningkat," ujar personal trainer asal Chicago, AS, Traci Mitchell, mengutip Reader's Digest.

4. Sendi kaku

Sakit punggung, pundak, dan pinggang jadi sinyal bahwa tubuh perlu bergerak. Kurang gerak menyebabkan otot dan sendi jadi kaku sehingga mudah terasa sakit.

Kondisi ini juga dapat diperburuk dengan adanya dorongan stres yang membuat otot kaku dan tegang. Aktivitas fisik seharusnya hadir untuk melemaskan otot yang kaku.

5. Sering lapar

Banyak orang menganggap bahwa jarang bergerak membuat seseorang tak membutuhkan banyak energi, yang secara otomatis berdampak pada berkurangnya keperluan nutrisi untuk tubuh. Namun, kenyataan tak berkata demikian. Justru, ketika tubuh tak banyak bergerak, rasa lapar akan selalu mengintai.

"Tubuh yang lelah dan bergerak lambat bisa mengakibatkan produksi hormon ghrelin berlebih dan menyebabkan Anda makan berlebih sepanjang hari," jelas personal trainer, Amanda L Dale, menukil Simple Most.

Menurutnya, olahraga terbukti bekerja menekan nafsu makan alami. Orang yang berolahraga teratur dilaporkan tak sering merasa lapar dan terbiasa makan teratur.

6. 'Moody'

Bagi wanita, naik-turun mood biasa dialami saat menjelang fase menstruasi. Namun, bagi orang-orang yang jarang berolahraga, kondisi naik-turun mood itu bisa dirasakan kapan saja. Jarang berolahraga berdampak pada perasaan 'moody' seseorang.


Olahraga memainkan peranan besar dalam mengatur mood. Amanda berkata, olahraga terbukti mampu melawan depresi tingkat awal.

"Jika anda merasa sedih, marah atau ketakutan dan tidak tahu mengapa, kurang olahraga mungkin jadi jawabannya," imbuh Amanda.

7. Pencernaan terganggu

Jika Anda merasa kesulitan buang air besar secara teratur, bisa jadi artinya Anda memerlukan aktivitas fisik. Olahraga diperlukan untuk menstimulasi usus dan memompa sistem pencernaan dalam tubuh hingga 'sampah' dapat berpindah dan menghindari konstipasi atau sembelit. (asr/chs)