Keindahan Pantai Deking Sambut Peserta Sandeq Race 2018

Kemenpar, CNN Indonesia | Jumat, 17/08/2018 15:24 WIB
Keindahan Pantai Deking Sambut Peserta Sandeq Race 2018 Kapal-kapal layar tradisional yang berkompetisi dalam Sandeq Race 2018 disambut keindahan Pantai Deking Malunda ketika tiba di Majene, Sulawesi Barat. (Dok. Kemenpar)
Majene, CNN Indonesia -- Festival Sandeq Race 2018 memasuki etape Banua Sendana-Deking Malunda. Pada etape ini ada 17 kapal Sandeq yang berhasil mencapai finis. Juara 1 diraih "Mandala Bintang Timur" yang disponsori BKKBN Provinsi Sulawesi Barat.

Pada etape ini, kapal-kapal Sandeq beradu strategi untuk mencapai garis finis. Arah mata angin yang tidak menentu, membuat kapal terpaksa berputar-putar terlebih dahulu. Angin adalah satu-satunya pendorong kapal.

Sesampainya di pantai Deking Malunda, peserta langsung disambut berbagai atraksi yang disiapkan Kabupaten Majene. Di antaranya pementasan Tari Kipas, Sayang Sayang Puisi, dan Pakkacaping.


"Kegiatan ini diharapkan dapat mencapai tiga tujuan utama, yaitu sebagai sarana promosi budaya bahari Mandar, pelestarian artefak bahari Mandar dan meningkatkan kunjungan wisatawan di Sulbar," kata Kepala Dinas Pariwisata Sulbar, Farid Wajdi, Rabu (15/8).

Dia menjelaskan, Sandeq sebagai perahu tradisional Mandar, sudah menjadi ikon di Sulbar, dan telah diketahui dunia bahkan sudah tercatat di agenda nasional Kementerian Pariwisata.

"Ini dapat membantu promosi daerah kita. Untuk itu harus dilestarikan dengan mulai mendidik putra-putra Sulbar, agar tahu membuat perahu Sandeq tradisional. Kedepannya diharapkan para wisatawan lokal maupun internasional akan lebih tertarik berkunjung ke Sulbar," ujarnya.

Farid mengaku, pihaknya akan terus mengembangkan Festival Sandeq Race. Kegiatan ini akan dijadikan sebagai atraksi andalan yang diminati wisatawan nusantara dan mencanegara.

Keindahan Pantai Deking Sambut Peserta Sandeq Race 2018(Dok. Kementerian Pariwisata)
Bahkan, Sulbar siap membuat program pelestarian Kapal Sandeq dengan memberikan pelatihan-pelatihan kepada anak muda sebagai regenerasi.

"Kita akui saat ini tidak banyak yang bisa mengendarai Sandeq. Kita punya banyak Kapal Sandeq tapi kekurangan jokinya. Karena itu kita akan melatih anak-anak muda terkait Sandeq ini. Kedepannya, Kapal Sandeq akan kita tawarkan kepada wisatawan minat khusus," jelas Farid.

Dia menambahkan, dengan adanya Festival Sandeq Race ini, perekonomian masyarakat yang menjadi rutenya lomba juga bisa bergerak. Penginapan terisi, restoran dan rumah makan juga lebih laris dari biasanya.

"Tidak hanya hotel dan tempat makan saja yang menikmati, pedagang kaki lima ikut kecipratan rezeki. Sehingga, Festival Sandeq Race selalu menjadi ajang yang ditunggu-tunggu oleh masyarakat," pungkasnya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan bahwa sport tourism bagitu efektif dalam mempromosikan pariwisata berbagai daerah di Indonesia.

"Sport tourism efektif karena media value atau media branding-nya tinggi. Media value yang didapat minimal bisa dua kali lipat dari direct impact turis yang datang, karena dipromosikan oleh media nasional dan internasional sebelum, sesaat, dan sesudah acara," terang Arief Yahya.

Arief memberikan contoh, jika Moto GP kelak diadakan di Indonesia, maka potensi keuntungan minimumnya hingga Rp2 triliun dengan modal Rp130 miliar. Moto GP tersebut akan bisa mengundang 100 ribu wisatawan dan menghasilkan nilai ekonomi Rp1 triliun. Sedangkan media value-nya minimal dapat Rp2 triliun.

"Memang pemerintah daerah (Pemda) butuh modal besar di awal, akan berkorban dulu. Tapi memang seperti itu biasa. Uniknya sport tourism ini modalnya tidak hanya dari Pemda, akan banyak sektor yang terlibat," jelas Menpar Arief Yahya. (stu)