Kerala, 'Surga' yang Sedang Terendam Banjir

CNN Indonesia, CNN Indonesia | Sabtu, 18/08/2018 13:43 WIB
Kerala, 'Surga' yang Sedang Terendam Banjir Kebun teh yang dibelah Sungai Muthirappuzhayar di Kerala, India. (Istockphoto/F9photos)
Jakarta, CNN Indonesia -- Musibah banjir yang disebabkan oleh musim hujan di Kerala, India, membuat industri pariwisata di sana muram. Padahal selama ini kedatangan turis domestik dan mancanegara menjadi salah satu sumber utama penerimaan negara.

Dikutip dari First Post pada Sabtu (18/8) jumlah pembatalan yang terjadi sudah sebanyak 80 persen hingga pekan ini.

Kerala merupakan kawasan yang memiliki medan pegunungan dan pantai.


Majalah National Geographic pernah menasbihkan kawasan yang diapit oleh Laut Lakshadweep dan Pegunungan Western Ghats ini dalam daftar '10 Surga Terindah di Dunia'.

Kawasan ini terbagi dalam tiga area; pegunungan (timur), perbukitan (tengah), dan perairan (barat).

Kerala juga dilintasi oleh 44 aliran sungai yang mengalir ke seluruh India.

Banjir yang mengakibatkan longsor dan terputusnya akses jalanan juga membuat festival seni budaya tahunan Onam dibatalkan.

Pemandangan musim mekar bunga khas Kerala, Neelakurinji, di bukit Munnar juga tak bisa disaksikan.

[Gambas:Instagram]

Padahal musim mekar itu hanya berlangsung 12 tahun sekali dan mengundang banyak turis untuk datang.

Selain pariwisata, banjir juga mengakibatkan industri karet, rempah, kopi dan teh terancam produksinya.

Padahal Kerala adalah penghasil rempah terproduktif di dunia.

[Gambas:Instagram]

Sepanjang tahun lalu sebanyak 660 ribu turis mendatangi Kerala. Mereka mengunjungi area pegunungan sampai pantai di sana.

Pegunungan Western Ghat, Danau Ashtamudi, Nilgiri Biosphere Reserve, dan Pantai Kovalam merupakan beberapa destinasi terpopuler di sana.

Keindahan Kerala juga menjadi inspirasi untuk lagu 'Kerala' yang diciptakan oleh musisi elektronik Bonobo dalam albumnya yang berjudul 'Migration' pada tahun 2017.

[Gambas:Video CNN]

(ard)