'Perang' Amerika-Denmark Rebut Pasar Sperma Dunia

CNN Indonesia, CNN Indonesia | Senin, 20/08/2018 19:37 WIB
'Perang' Amerika-Denmark Rebut Pasar Sperma Dunia ilustrasi pasangan ( Istockphoto/dima_sidelnikov)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ella Rasmussen, lajang 30 tahun dan menderita endrometrosis, punya keinginan untuk memiliki keturunan nantinya. Namun dia punya keinginan untuk melakukan histerektomi (pengangkatan rahim).

Pemikiran ini pun membuatnya berpikir untuk menyimpan dan membekukan sel telurnya. Sayang dia bukan kandidat tepat untuk melakukan IVF atau pembekuan sel telur.

Rasmussen yang tinggal di Australia pun berpikir untuk mencari jalan lain. Temannya menawarkan untuk menjadi donor sperma, tapi dia menolaknya karena berbagai alasan. JIka dia ingin donor sperma maka dia harus membelinya.



Tapi lagi-lagi dia menemui jalan buntu. Di Australia, hanya ada kurang dari 10 lokal donor potensial. Dokternya mengatakan bahwa karena donornya sedikit maka kualitasnya tak terlalu baik, terutama karena mereka lebih tua.

Dokternya pun merekomendasikan untuk membeli sperma di Amerika.

"Pergilah dan bersenang-senanglah," kata andrologisnya dikutip dari Guardian.

"Ajak kekasihmu, minum wine dan keju, lalu pilihlah donornya."


Di Amerika, perempuan bisa memilih sendiri donornya dari katalog online yang terproteksi.

Bagi Rasmussen yang dibantu ayahnya untuk memilih calon ayah anaknya ini, catatan kecil yang ditinggalkan pendonor juga menarik perhatian.

"Dia ingin menyebarkan gennya yang luar biasa ke seluruh dunia. Ini sangt arogan tapi membuat saya tertawa."

Donor sperma AS

Rasmussen mungkin hanya satu dari banyak perempuan di seluruh dunia yang ingin menerima donor sperma dari Amerika.

Meski demikian, Amerika nyatanya bukan satu-satunya tujuan pencari donor sperma. Denmark jadi musuh besar Amerika untuk memenangkan pasar donor sperma.

Amerika dan Denmark seolah berlomba menjadi negara penghasil sperma terbesar di dunia. California Cryobank dan Denmark Cryos International sama - sama bersikeras bahwa repository sperma mereka adalah yang terbesar.

Director of client experience California Cryobank, Scott Brown mencatat ada 600 donatur dan rekam jejak dari 75.000 kelahiran hidup secara global sejak 1977 dari California Cryobank.

Perusahaan yang berlokasi di Palo Alto, Los Angeles, Cambridge, Massachusetts, dan New York ini di klaim sebagai bank sperma terbesar di dunia.

Namun tidak begitu terang direktur bank jaringan di pos terdepan Cryos International di Florida, Corey Burke. Menurutnya California Cryobank memang bank sperma terbesar di Amerika Serikat, tetapi di seluruh dunia Cryos International-lah yang memegang gelar tersebut.

"Di Eropa saja, kami memiliki hampir 1.400 donor aktif; 200 di Amerika Serikat," ujarnya.

Cryos International menjual donor spermanya kepada 100 negara di seluruh dunia. Sekitar 90 persen sperma Denmark dikirim ke berbagai negara di seluruh dunia.

Amerika Serikat dan Denmark menjadi unggul di pasar sperma global akibat regulasi undang-undang keduanya yang memungkinkan donor dengan anonimitas. Di negara - negara lainnya, tidak berlakunya anonimitas untuk para pendonor membuat masyarakat jadi enggan untuk mendonorkan sperma.


Negara - negara di luar Amerika juga memiliki undang - undang yang menentukan berapa banyak keluarga yang dapat diberikan oleh satu donor dengan jumlah terbatas. Satu donor di Inggris hanya bisa memberikan donor sperma kepada 10 keluarga di dalam negeri. Sementara Spanyol hanya bisa
mendonorkan untuk enam angka kelahiran. Di Denmark, satu pendonor maksimum berkontribusi untuk 12 keluarga.

Namun secara internasional, pendonor dapat membantu paling banyak enam pasangan di setiap negara. (fey/chs)