Kondom, Alat Kontrasepsi Paling Minim Risiko

Filani Olyvia, CNN Indonesia | Selasa, 26/09/2017 16:32 WIB
Kondom, Alat Kontrasepsi Paling Minim Risiko Keengganan memakai kondom sebagai alat cegah hamil dan penularan virus ini disebabkan karena stigma masyarakat soal penggunaan kondom yang dianggap tabu.(Thinkstock/KatarzynaBialasiewicz)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kesadaran untuk menggunakan kondom sebagai salah satu alat kontrasepsi ternyata masih sangat minim.

Menurut data BKKBN pada 2016, penggunaan kondom sebagai alat kontrasepsi di Indonesia masih berkisar 3,15 persen dari keseluruhan peserta aktif KB.

Keengganan memakai kondom sebagai alat cegah hamil dan penularan virus ini ternyata disebabkan karena banyak hal. Salah satu tantangannya adalah karena stigma masyarakat soal penggunaan kondom yang dianggap tabu.


Alasan lainnya adalah adanya anggapan bahwa kondom bisa mempengaruhi kepuasaan saat bercinta.


"Anggapan seperti ini adalah mindset yang perlu diluruskan," ujar Dokter Spesialis Obstetri & Ginekologi dari Rumah Sakit Ibu dan Anak Brawijaya, dr. Med. Firman Santoso, Sp.OG, saat ditemui di acara kondom.

"Ketebalan kondom saat ini hanya sekitar 0,05 hingga 0,02 milimeter. Sangat tipis, sehingga Anda tidak akan merasakan perbedaannya. Tidak akan memengaruhi kualitas bercinta."


Selain itu, menurut Firman, penggunaan kondom sebagai alat kontrasepsi non hormonal sangat efektif dan efisien.

Di samping murah dan mudah didapatkan, penggunaan kondom sebagai alat kontrasepsi tidak hanya bisa mencegah kehamilan namun juga mencegah penyakit menular seksual (PMS).

"Kondom merupakan alat kontrasepsi paling minim risiko, karena tidak memiliki efek hormonal," kata dia.

Lebih lanjut, penggunaan kondom menurutnya dapat membiasakan pria untuk lebih bertanggung jawab serta tidak egois saat berhubungan seksual. (chs)