Jangan Remehkan Manfaat Acar Timun Saat Makan Sate Kambing

Elise Dwi Ratnasari, CNN Indonesia | Rabu, 22/08/2018 13:06 WIB
Bukan tanpa alasan mengapa sate dipasangkan dengan acar dan aneka daging lainnya disajikan dengan tambahan mentimun. Berikut alasannya. ilustrasi sate dan acar (Istockphoto/AmalliaEka)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menu serba daging bakal menghiasi meja makan selama beberapa hari ini. Dari daging sapi sampai kambing.

Rasa gurih membuat orang ingin memadukannya dengan sesuatu yang segar sehingga acar kerap jadi pilihan. 

Acar biasa dibuat dari ketimun, wortel dan nanas serta cabai dalam rendaman air cuka menyatu dalam satu suapan untuk untuk menambah sensasi pedas dan segar.



Rupanya di balik rasa asam, manis dan pedas acar tersimpan beberapa manfaat. Manfaat inilah yang membuat acar seolah tak boleh absen 'mendampingi' sajian serba daging. 

Berikut beberapa alasan mengapa Anda tak boleh meremehkan dan menyingkirkan acar saat makan daging, termasuk saat makan sate kambing.

1. Jaga kadar kolesterol

Satu hal yang paling ditakutkan dari konsumsi daging adalah naiknya kadar kolesterol dalam darah. Namun jika konsumsi daging diimbangi dengan konsumsi acar maka kolesterol dalam daging tak lagi menakutkan. 

Acar, khususnya acar timun dan wortel memiliki kandungan alami untuk menurunkan dan menjaga kadar kolesterol berlebih. 

2. Kontrol tekanan darah

Jika ingin menjaga tekanan darah tetap stabil, sebaiknya konsumsi daging bersama dengan acar. Acar mengandung magnesium, potasium, dan fosfor yang dapat membantu menurunkan tekanan darah.

Serat alami pada timun dianggap ampuh menurunkan kadar lemak dan kolesterol. 

3. Cegah gangguan pencernaan

Beberapa jenis acar dibuat dengan proses fermentasi. Acar seperti ini biasanya dibuat dengan cara tradisional misalnya kimchi dari Korea dan sauerkraut dari Eropa. 

Selama proses fermentasi, gula pada sayur dipecah hingga menjadi asam laktat atau bakteri asam laktat yang lazim disebut probiotik. Probiotik membantu mengatasi masalah pencernaan termasuk iritasi usus, sembelit dan diare. 


4. Sumber antioksidan

Kandungan alami sayur dan buah membantu tubuh melawan radikal bebas. Radikal bebas dapat merusak sel dan menimbulkan penyakit. Acar pun mengandung nutrisi antioksidan yang berperan untuk melawan radikal bebas. 

Biasanya proses pengolahan bahan makanan membuat kandungan nutrisi pada sayur atau buah rusak bahkan berkurang. Sedangkan acar justru mempertahankan nutrisi asli makanan tetap terjaga. 

5. Cegah kenaikan gula darah

Jika acar yang dibuat dengan cuka jadi pilihan, maka acar ini membantu memperlambat proses pencernaan makanan. Perut pun melepas glukosa dengan lambat dan mencegah kenaikan gula darah secara mendadak setelah makan apalagi konsumsi makanan yang tinggi karbohidrat. 

Acar menjadi antiglikemik atau penurun kadar gula untuk mereka yang resisten terhadap insulin dan yang memiliki risiko diabetes tipe 2.  (chs)