Serangan Model 'Palsu' Pengganti Manusia di Dunia Mode

Elise Dwi Ratnasari, CNN Indonesia | Senin, 03/09/2018 17:22 WIB
Serangan Model 'Palsu' Pengganti Manusia di Dunia Mode ilustrasi model Balmain (AFP PHOTO / bertrand GUAY)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kini dunia mode tak melulu menghamba pada model berkulit cerah. Model-model berkulit gelap nan eksotis telah wara-wiri turut meramaikan industri, tak hanya mode tetapi juga kecantikan. Terbukti dengan semakin beragamnya 'warna' yang ditawarkan aneka produk kecantikan sehingga menjangkau mereka yang memiliki kulit gelap. 

Namun, di balik rangkulan keberagaman ini ada satu kenyataan yang tidak bisa dielakkan yakni, model-model yang digunakan hanyalah model 'palsu'. Mereka bukan manusia seperti umumnya model tetapi sebuah karakter hasil rekayasa komputer alias CGI (computer-generated imagery). 

Meski hanya rekayasa komputer, tetapi kehadiran mereka layaknya model sesungguhnya. Bahkan beberapa rumah mode pernah merekrut mereka untuk kampanye fashion.



Lil Miquela, Shudu dan Nfon adalah model rekaan komputer yang cukup populer. Dari ketiganya, Lil sepertinya jadi nama yang cukup sering didengar. Apalagi sejak dirinya 'mengambil alih akun Instagram Prada saat pertunjukan koleksi musim gugur dan musim dingin 2018 lalu. Tak hanya itu, ia juga menjadi model lini make up Pat McGrath. 

[Gambas:Instagram]

Lil diciptakan memiliki kulit gelap, tatanan rambut mirip Princess Leia dalam film Star Wars, berponi plus bintik hitam alias freckles. Di akun Instagramnya, ia pun berlaku selayaknya pengguna media sosial lain, mengunggah foto-foto selfie maupun saat jalan-jalan. 

Selain Lil, ada Shudu, model kulit hitam yang diciptakan oleh fotografer Inggris Cameron-James Wilson. 

"Shudu merepresentasikan apa yang selama ini saya lihat sebagai kecantikan, tetapi kadang saya tak cukup sering melihat," kata dia dikutip dari Bored Panda. 

Shudu memiliki 141 ribu pengikut di Instagram.


Sang kreator mengaku tak berniat menciptakan Shudu untuk mendepak keberadaan model-model kulit hitam yang sesungguhnya. Namun kehadiran Shudu memberikan warna baru bagi dunia mode dan kecantikan. Ia pernah menjadi model untuk lini perhiasan Oscar de la Renta, model lipstik Fenty Beauty dan sempat menghebohkan dunia maya lewat sesi foto bersama Nfon, model CGI berjenis kelamin pria, sama seperti dirinya.

Tampaknya, kemajuan teknologi mau tak mau turut mempengaruhi industri fashion dan kecantikan. Namun penggunaan teknologi sebenarnya bukan barang baru.

Dikutip dari Dazed Digital, rumah mode Chanel pernah mempekerjakan Sophia, robot berjenis kelamin perempuan untuk sebuah sesi foto. Penggemar fashion sekaligus penggemar game Final Fantasy tentu masih ingat dengan kampanye Louis Vuitton untuk koleksi musim semi dan musim panas 2016. Rumah mode ini merekrut salah satu karakter FF yakni Lightning. 

'Tentara' Balmain

Balmain adalah salah satu rumah mode yang mengganti model-model manusia dengan model lainnya.

Rumah mode Prancis ini menyewa 'tentara virtual' untuk memperlihatkan koleksi busana terbarunya yang dibuat oleh direktur kreatif Olivier Rousteing.

[Gambas:Instagram]

"Siapapun dan semua orang selalu terbuka untuk bergabung dengan tentara Balmain yang terus berkembang. Mereka hanya perlu berbagi semangat kuat dan petualangan seperti ikon virtual yang baru, Margot, Shudu, dan Zhi yang menggambarkan kecantikan, gaya rock, dan kekuatan kepercayaan diri," tulis Balmain dalam pernyataannya dikutip dari Metro.

Model-model tentara balmain yang dibuat oleh CLO Virtual Fashion, sebuah piranti lunak ini akan menggunakan busana-busana milik Balmain.

Untuk membuat tampilan sempurna, tim desainer 3D ini juga menguji tiap gaun berdasarkan beratnya, fleksibilutas, dan juga pola jahitan.

Mereka memasukkan data tersebut dalam program, dan memasukkannya ke dalam avatar boneka 3D sesuai dengan ukurannya.




(chs)