Hari Kesehatan Seksual

Hari Kesehatan Seksual, Dilarang Buang Kondom ke Toilet

Elise Dwi Ratnasari, CNN Indonesia | Selasa, 04/09/2018 12:32 WIB
Hari Kesehatan Seksual, Dilarang Buang Kondom ke Toilet (CNN Indonesia/Astari Kusumawardhani)
Jakarta, CNN Indonesia -- Salah satu cara bijak untuk terhindar dari penyakit menular seksual (PMS) adalah dengan penggunaan kondom. Penggunaan kondom ini juga disarankan untuk menjaga kesehatan seksual baik pria maupun wanita. 

Namun Anda tak boleh hanya tahu bagaimana cara pakai kondom yang benar. Anda juga harus tahu bagaimana caranya membuang kondom dengan tepat.

Sebagian orang masih membuang kondom di toilet dengan harapan kondom bakal 'tercerna' air tanpa sisa. Padahal kenyataannya justru lebih buruk. Kondom dengan ukuran tak seberapa itu dapat merusak ekosistem laut. 



"Toilet kita ada yang sampai ke laut, dan segala sesuatu selain material organik tidak dapat diuraikan dengan alami," kata Tom Hird, ahli biologi kelautan dilansir dari Metro (2/9). 

Ia menjelaskan, kondom kebanyakan terbuat dari lateks atau produk alami dari pohon karet. Meski terbuat dari bahan alami, kondom dianggap bakal menimbulkan masalah buat laut. Kondom lateks tidak terbuat dari lateks murni dengan tujuan agar kondo stabil dan tahan lama. Akibatnya, laut tak dapat menguraikan si kondom. 

Jika kondom terlanjur masuk ke toilet, lalu berapa lama ia akan terurai?

Benda mini ini rupanya rata-rata perlu waktu hingga 30 tahun untuk bisa hancur di laut. 

"Selama itu pula karet bakal mengikuti arus dan ke pantai dan jika ia tidak terbawa gelombang lalu ia akan termakan oleh hewan laut karena menyangka ini makanan," imbuhnya. 


Tom menyarankan untuk membuang kondom bekas ke tempat sampah layaknya sampah-sampah lain. Umumnya, kondom dibuat dari dua material yakni lateks dan polyurethane atau bahan kondom untuk mereka yang alergi lateks. Ada pula kondom yang terbuat dari tipe kulit domba. 

Kondom lateks bakal hancur karena alam menganggap ini adalah bahan organik, kecuali lateks dicampur dengan material lain atau lubrikan tambahan sehingga membuatnya semakin lama terurai. 

Sedangkan polyurethane dibuat dari plastik, sehingga disarankan untuk membungkusnya lalu dibuang ke tempat sampah. Ini pun berlaku untuk kondom dari lateks. 

"Kondom lateks bakal terurai lebih baik di tanah, sehingga setelah bersenang-senang jangan lupa bungkus dan buang kondom bekas ke tempat smapah," ujarnya.  (chs)