Milenial Berpikir Dua Kali untuk Berlibur ke Luar Negeri

CNN Indonesia, CNN Indonesia | Kamis, 06/09/2018 17:32 WIB
Milenial Berpikir Dua Kali untuk Berlibur ke Luar Negeri Ilustrasi. (Foto: ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)
Jakarta, CNN Indonesia -- Belum lama ini Bakal Calon Wakil Presiden RI pasangan Prabowo Subianto, Sandiaga Uno, mengimbau 'kaum' milenial untuk menahan diri dari kegiatan perjalanan ke luar negeri.

Hal itu disebabkan kondisi nilai tukar mata uang rupiah terhadap dolar Amerika melemah.

"Untuk 'milenial' jangan dulu ke luar negeri. For the sake of the country, tahan dulu ke luar negerinya, yang 'weekend' ke Singapura, KL, fokus pariwisata di sini," kata Sandiaga, seperti yang dikutip dari Antara, Rabu (5/6).



Menanggapi hal tersebut, ketua umum Asosiasi Travel Agent Indonesia (Astindo) Elly Hutabarat mengatakan wajar jika ada imbauan untuk tidak bepergian ke luar negeri.

Menurutnya hal serupa juga pernah terjadi di Amerika Serikat bertahun-tahun puluh tahun silam, saat negeri Paman Sam itu dilanda krisis.

Namun, ia melanjutkan, kondisi di Amerika Serikat saat itu berbeda dengan Indonesia sekarang.


"Menurut saya orang akan mengurangi sendiri kalau dirasa memberatkan. Intinya keputusannya kembali lagi ke tiap individu. Kalau mereka mampu membeli tiket ke luar negeri, ya pasti akan tetap pergi ke sana," ujar Elly, saat dihubungi CNNIndonesia.com melalui telepon, Kamis (6/8).

Untuk kaum milenial, Elly melanjutkan, jauh sebelum imbauan itu dilontarkan nampaknya kaum milenial sudah berpikir dua kali untuk berlibur ke luar negeri. Mengingat saat ini nilai tukar rupiah sedang kurang bagus.

Elly juga menekankan bahwa destinasi wisata di dalam negeri sebenarnya tidak kalah bagus.
(agr)