#PesonaAsianParaGames2018 Makin Meriahkan Kirab Obor

Kemenpar, CNN Indonesia | Jumat, 07/09/2018 15:08 WIB
#PesonaAsianParaGames2018 Makin Meriahkan Kirab Obor Para atlet disabilitas cabang olahraga atletik berlatih di Stadion Sriwedari, Solo sebagai persiapan jelang Asian Para Games 2018. (CNN Indonesia/Titi Fajriyah)
Jakarta, CNN Indonesia -- Hashtag #PesonaAsianParaGames2018 menjadi trending tropic di Indonesia, pertanda Asian Para Games yang akan berlangsung mulai 6 Oktober mendatang sudah ditunggu-tunggu. 

Bahkan sebelum penyerahan api abadi Mrapen, Grobogan, Rabu (5/9) hashtag tersebut sudah marak di dunia maya. Rencananya, obor akan dikirab di delapan kota yakni Solo, Ternate, Makassar, Denpasar, Pontianak, Medan, Pangkal Pinang, dan Jakarta.

Sukses di dunia maya membuat pelaksanaan penyalaan api abadi di lentera Asian Para Games menjadi lebih meriah. Penyalaan api di lentera ini diikuti Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani, Walikota Solo FX Hadi Rudyatmo, dan Ketua Umum INAPGOC, Raja Sapta Oktohari.

Dalam kesempatan itu, Puan sangat yakin kesuksesan menggelar Asian Games 2018 akan menjalar ke Asian Para Games 2018.


"Asian Para Games 2018 adalah event susulan dari Asian Games 2018. Kita sudah berhasil dengan Asian Games, dan saya yakin keberhasian tersebut akan terjadi juga di Asian Para Games," tutur Puan.

Puan pun yakin keberhasilan pelaksanaan dan penyelenggaraan akan diraih Indonesia di Asian Para Games 2018.

"Kalau secara penyelenggaraan, saya yakin kita siap. Tapi saya juga yakin kita bisa berprestasi. Karena, Indonesia adalah juara umum ASEAN Para Games 2018 di Malaysia. Dan ini menjadi modal menghadapi Asian Para Games 2018," paparnya.

Sementara itu, Menteri Pariwisata Arief Yahya berharap dukungan besar juga diberikan kepada para atlet Indonesia yang akan bertanding di Asian Para Games 2018.

"Setelah Asian Games, masih ada satu tahapan lagi yang harus kita selesaikan, yaitu pelaksanaan Asian Para Games 2018. Di event ini pun para atlet membutuhkan dukungan. Karena mereka membawa nama baik bangsa Indonesia," papar Arief.

Dijelaskannya, Asian Para Games 2018 akan melibatkan 41 negara di Asia dengan 18 cabang olahraga yang dipertandingkan.

"Kita harus membuktikan sekali lagi kepada dunia jika Indonesia benar-benar siap menggelar berbagai acara multi-event olahraga. Jika Asian Games dan Asian Para Games sukses, bisa saja ini berimbas positif terhadap rencana Presiden Joko Widodo yang ingin Indonesia menggelar Olimpiade," harapnya.

Sedangkan Ketua Umum INAPGOC Raja Sapta Oktohari menjelaskan semua lokasi sudah ramah disabilitas. Hal ini berkat dukungan dari Kementerian PUPR. Okto juga menyatakan bahwa tolor ukur kesuksesan penyelenggaraan Asian Para Games 2018 ditentukan oleh tiga hal yakni sukses pelaksanaan, sukses administrasi dan sukses legacy.

"Khusus untuk legacy, obor yang digunakan akan menjadi ikon Asian Para Games 2018 ke-3 yang diselenggarakan di Indonesia. Yang terpenting, INAPGOC akan meninggalkan legacy kemanusiaan, yaitu usai kompetisi bukan menjadi akhir perjalanan namun lebih menyatakan kepada dunia bahwa Indonesia menjadi negara yang ramah disabilitas," paparnya.

Terkait dengan tiket, Okto menjelaskan bahwa akan dibagi menjadi empat bagian. "Akan ada tiket untuk opening dan closing ceremony Asian Para Games 2018, tiket masuk kawasan GBK, tiket masuk lokasi pertandingan, serta tiket final pertandingan," terangnya.

Sedangkan Ketua National Paralympic Committee (NPC) Indonesia Senny Marbun turut menyampaikan apresiasinya kepada rekan-rekan media yang telah membantu menggelorakan NPC, hingga viral di berbagai media melalui momentum Asian Para Games ini.

"Selain itu, para atlet yang berkompetisi di Asian Para Games jangan merasa terbebani dengan target yang ditetapkan. Harus lebih fokus dalam menjalani kompetisi, agar menuai hasil maksimal," paparnya.
(stu)