Joe Taslim, Pecinta Sambal Terasi dan Makanan Super Pedas

CNN Indonesia, CNN Indonesia | Jumat, 14/09/2018 20:42 WIB
Joe Taslim, Pecinta Sambal Terasi dan Makanan Super Pedas Joe Taslim (Detikcom/Ismail)
Jakarta, CNN Indonesia -- Aktor laga Indonesia yang merambah internasional Joe Taslim ternyata punya lidah asli Indonesia.

Sebagai pria berdarah Sumatera, Joe Taslim juga mengaku suka makan makanan pedas. Dia bahkan mengatakan kalau makan tak akan lengkap jika tak makan sambal.

"Sejak kecil saya sudah terbiasa dengan makanan pedas, mau malam atau siang makanan pedas itu enggak masalah," kata Joe saat konferensi pers sambal Jawara di Jakarta, Kamis (13/9).


"Kalau Joe pagi-pagi juga tetap saja makan sambal," kata Julia Taslim, sang istri.


Makanan pedas tak dimungkiri memang identik dengan sambal. Dari semua jenis sambal yang ada di Indonesia, Joe mengatakan kalau sambal terasi adalah sambal favoritnya. 

Pria asal Palembang ini pun mengaku sangat suka dengan makanan khas tanah kelahirannya, yaitu pempek. Makan pempek, kata dia, harus ditambah dengan kuah cuko dengan tingkat kepedasan yang tertinggi.

"Saya perutnya perut action ya, sambal apa saja saya makan. Mulai dari kuah cuka, sambal yang rasanya sampai pahit sudah kebal."

Selain makan pempek, dia juga mengaku suka makan seafood. Ia juga merekomendasikan restoran terenak dengan rasa pedas, yaitu Seafood SF yang berada di Pantai Mutiara, Jakarta Utara.


Meski demikian, pemeran dalam Fast and Furious 6 ini mengklaim tak pernah sakit perut ketika makan sambal.

Kecintaannya pada sambal ini ternyata juga 'tertular' pada keluarganya. Hidangan-hidangan pedas pun harus selalu ada di setiap menu makanan keluarganya.

"Saya sendiri jarang masak karena sibuk shooting. Tapi istri saya tetap masak, dan anak-anak sudah dilatih untuk makan makanan pedas."

Tak cuma dalam kesehariannya, Joe juga tak lupa untuk selalu bawa sambal setiap kali dia pergi ke luar negeri.

"Di Jepang-kan sambalnya bubuk cabe, wasabi, itu enggak bisa dibandingkan sambal dengan cabe Indonesia. Tapi kalo kita bawa makanan kita ke Jepang itu jadi sesuatu yang inovatif," kata Joe sambil tertawa.


(sen/chs)