Pemandangan Lari dan 'Selfie' di Pasuruan Bromo Marathon 2018

Tim, CNN Indonesia | Minggu, 23/09/2018 14:10 WIB
Pemandangan Lari dan 'Selfie' di Pasuruan Bromo Marathon 2018 Salah satu peserta Pasuruan Bromo Maraton 2018, Irwan Santosl saat melakukan selfie di dekat kaldera Bromo, Desa Pakis Bincil, Pasuruan, Jawa Timur, Minggu (23/9). (CNN Indonesia/Ramadhan Rizki Saputra)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kawasan Gunung Bromo menjadi tuan rumah ajang lomba lari skala internasional bertajuk 'Pasuruan Bromo Marathon 2018', Minggu (23/9).

Ajang ini memiliki tiga kelas, yakni rute 10 km dan 21 km dan 41 km. Para pesertanya pun beragam, dari mulai atlet lari hingga pelari amatir.

Satu aspek yang ditawarkan pada lomba lari yang telah menghipnotis 1.500 peserta itu adalah rutenya yang mengeliling perbukitan cantik Gunung Bromo.


Walaupun melintasi medan bukit yang naik turun bukit, semuanya terbayarkan dengan keindahan Gunung Bromo dan kesegaran udara disepanjang rute.

Tak pelak event tahunan ini selalu menarik perhatian peserta baik dari dalam maupun luar negeri.

Para peserta sering kali memanfaatkan keindahan panorama Gunung Bromo untuk berswafoto saat melintasi rute tersebut.

Salah satu rute yang menawarkan pemandangan Gunung Bromo adalah jalur Desa Pakis Bincil yang terletak tak jauh kaldera Gunung Bromo.

Salah satunya adalah Irwan Santoso yang berasal dari Yogyakarta.

Pria yang bekerja sebagai karyawan swasta itu mengaku ikut perlombaan ini sekaligus ingin menikmati pemandangan Gunung Bromo.

"Iya bagus sekali pemandangannya, karena bagus rehat dulu sebentar buat selfie, liat itu capeknya ilang," ujar Irwan saat ditemui CNNIndonesia.com usai berswafoto.

Ia mengaku telah dua kali mengikuti ajang lari maraton serupa yang diselenggarakan di berbagai wilayah.

Meski demikian, ia baru pertama kali ini mengunjungi Gunung Bromo.

"Baru sekali, biasanya liat di google doang, ini bagus banget ya, biru gitu, terus ada Gunung Semerunya di belakang," kata Irwan.

Irwan yang mengikti rute 21 km sama seperti memulai balap pada pukul 07.15 WIB.

Dia melewati garis finis sekitar pukul 09.15 WIB.

Tak hanya Irwan, peserta mancanegara bernama Franky yang berasal dari Perancis turut melakukan swafoto dengan latar Gunung Bromo saat melintasi lintasan tersebut.

Ia mengaku sengaja jauh-jauh datang dari Perancis untuk mengikuti langsung lomba lari maraton sekaligus berwisata ke Gunung Bromo.

"Indah sekali, usai menyelesaikan lari ini nanti, besok saya akan menghabiskan waktu ke sini [Gunung Bromo] lagi," kata Franky ditempat yang sama.

Berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com, ratusan peserta lari maraton yang melintas di jalur itu mengeluarkan telepon genggamnya untuk berswafoto dengan latar Gunung Bromo.

Diakui CEO Plataran Hotel Pasuruan yang ikut memfasilitasi ajang maraton tersebut, Yozua Makes, kegiatan Pasuruan Bromo Maraton 2018 ini sengaja dirancang untuk meningkatkan kunjungan pariwisata di sekitar Bromo.

"Ini membuktikan bahwa Bromo is more Bromo, ga cuma penanjakan tapi banyak, di sinilah bromo, ada trek-treknya, bukit-bukitnya yang bisa dinikmati juga," kata Yozua saat ditemui di Plataran Hotel, Pasuruan, Jawa Timur, Minggu (23/9).

Pasuruan Bromo Marathon 2018 telah memasuki tahun ke-enam penyelenggaraan.

Pada tahun ini lomba lari tersebut memperebutkan total hadiah sebesar Rp40 Juta.

(rizky/ard)