'Godaan' Obat Painkiller pada Remaja Kian Meningkat

Tim, CNN Indonesia | Jumat, 05/10/2018 07:53 WIB
'Godaan' Obat <i>Painkiller</i> pada Remaja Kian Meningkat Ilustrasi (REUTERS/Chaiwat Subprasom)
Jakarta, CNN Indonesia -- Di usia remaja, seseorang akan mengalami transisi dari anak-anak menuju dewasa. Wajar jika masa remaja menjadi fase hidup yang penuh 'pergolakan'.

Masa yang penuh tekanan itu membuat angka remaja yang meracuni diri sendiri dengan overdosis obat-obat painkiller atau penghilang rasa sakit dan antidepresan kian melonjak tinggi. Lonjakan itu terjadi akibat perasaan tertekan yang terjadi pada remaja.

Para ahli dalam penelitian anyar mengatakan bahwa kenaikan tersebut menjadi bukti baru dari krisis kesehatan mental remaja.


Selain itu, tindakan melukai atau meracuni diri sendiri pada remaja juga bisa menjadi sinyal bahwa mereka membutuhkan pertolongan.


"Melukai atau meracuni diri sendiri adalah tanda penderitaan. Itu menuntut adanya respons yang penuh kasih sayang," ujar pemimpin studi dari University of Nottingham, Inggris, Profesor Andy Bell, mengutip The Guardian.

Temuan ini didapat dari catatan medis 40.333 kasus keracunan di antara mereka yang berusia 10-25 tahun di Inggris selama 1989 hingga 2014. Hasilnya, dua per tiga dari jumlah kasus atau 66,5 persen dilakukan secara sengaja.

Jumlah remaja yang meracuni diri sendiri dengan obat penghilang rasa sakit itu melonjak lima kali lipat dalam kurun waktu tersebut. Lompatan empat kali lipat terjadi oleh obat antidepresan. Di luar itu, remaja juga kerap menggunakan obat aspirin atau obat antiinflamasi.

Selain itu, penelitian yang dipublikasikan dalam British Journal of General Practice juga menemukan adanya peningkatan tiga kali lipat bagi remaja perempuan yang meracuni diri mereka dengan obat parasetamol dosis tinggi.


"Terjadi peningkatan tajam keracunan parasetamol remaja perempuan 10-15 tahun dalam dua tahun terakhir," tulis studi.

Dengan adanya temuan itu, orang tua didesak untuk menjauhkan anak-anak dari akses terhadap alkohol dan obat-obatan yang dijual bebas.

"Masalah depresi jangan dianggap enteng. Jika Anda pernah memikirkan atau merasakan tendensi bunuh diri, mengalami krisis emosional, atau mengenal orang-orang dalam kondisi itu, Anda disarankan menghubungi pihak yang bisa membantu, misalnya saja Komunitas Save Yourselves https://www.instagram.com/saveyourselves.id, Yayasan Sehat Mental Indonesia melalui akun Line @konseling.online, atau Tim Pijar Psikologi https://pijarpsikologi.org/konsulgratis" (asr/asr)