Jelang Pertemuan IMF Labuan Bajo Latihan 'Ramah Turis'

ANTARA, CNN Indonesia | Selasa, 02/10/2018 18:20 WIB
Jelang Pertemuan IMF Labuan Bajo Latihan 'Ramah Turis' Acara 'Sail Tambora 2018' yang digelar di Labuan Bajo, NTT. (Dok. Kemenpar)
Jakarta, CNN Indonesia -- Dinas Pariwisata Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, telah menyiapkan tujuh destinasi wisata untuk delegasi pertemuan IMF dan Band Dunia pada p8 hingga 14 Oktober 2018.

Selain Bali, Labuan Bajo juga menjadi destinasi wisata yang dijadikan pilihan oleh Kementerian Pariwisata.

"Ada tujuh lokasi yang disiapkan sebagai lokasi wisata bagi para delegasi IMF dan Bank Dunia selama berlibur di Labuan Bajo. Tempat wisata yang dikunjungi itu merupakan lokasi wisata unggulan yang digandrungi wisatawan mancanegara," kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pariwisata, Kabupaten Manggarai Barat, Theresia Primadona Asmon, di Kupang, seperti yang dikutip dari Antara pada Selasa (2/10).


Theresia mengatakan pemerintah bersama pelaku wisata telah menjual sejumlah paket wisata unggulan di Labuan Bajo melalui website IMF yang disiapkan Kementerian Pariwsata.

Tujuh lokasi wisata yang disiapkan bagi delegasi IMF dan Bank Dunia untuk berlibur setelah mengikuti pertemuan di Bali di antaranya Taman Nasional Komodo, Pulau Rinca serta beberapa spot menyelam di perairan Labuan Bajo.

Ramah Turis

Pemerintah di ujung barat Pulau Flores itu telah melakukan pembenahan infrastruktur dan pelatihan sumber daya manusia (SDM) demi melayani delegasi yang datang.

"Pembenahan infrastruktur jalan menuju lokasi wisata termasuk dalam kota sedang gencar dilakukan pemerintah, sebagai tuan rumah tentu kami harus memberikan yang terbaik bagi para tamu negara itu," ujar Theresia.

Sementara itu pelatihan bagi SDM industri wisata di Labuan Bajo dilakukan Dinas Pariwisata Manggarai Barat pada Senin (1/10).

Tujuannya agar tamu merasa nyaman selama berlibur dan tidak kapok untuk kembali datang.

Peserta pelatihan itu diprioritaskan bagi SDM yang bertugas di bandara, pelabuhan laut, sopir angkutan wisata, pelaku usaha kulier sampai pengelola homestay serta anak buah kapal.

"Kami melakukan pelatihan tentang keramahan, sapaan, senyuman dan rujukan sosial (hospitality frontliner)," kata Theresia.

"Kami berharap para peserta mampu berkomunikasi secara baik dengan para tamu delegasi," lanjutnya.

Persiapan 96 Persen

Pertemuan IMF-Bank Dunia bakal berpusat di Nusa Dua, Bali.

Ajang rapat tahunan ini diperkirakan diikuti oleh sekitar 21 ribu delegasi yang berasal dari 189 negara.

Sementara itu Panitia Harian Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia 2018 menyebutkan persiapan penyelenggaraan pertemuan tahunan di Nusa Dua, Bali, telah mencapai 96 persen per 28 September 2018.

Sisa empat persen persiapan yang belum diselesaikan yaitu menyangkut teknologi informasi komunikasi, audio video, dan ruangan kantor.

"Kami mengejar penyelesaian dari konversi kamar hotel menjadi ruangan kantor yang sudah berjalan dua minggu ini," kata Ketua Panitia Pelaksana Harian Pertemuan Tahunan IMF-World Bank Susiwijono di Jakarta pada Senin (2/10).

Total alokasi jumlah ruangan kantor yang dikonversi menjadi kamar hotel sebanyak 597 ruangan yang tersebar di tiga hotel, yaitu Westin sebanyak 467 ruang, Bali Nusa Dua Hotel 88 dan Grand Whiz 44.

Jumlah ruangan kantor yang sudah disewa negara peserta 148 dari 154 alokasi ruangan yang disewakan.

Sedangkan sisanya 443 ruangan digunakan sebagai kantor oleh pihak IMF, Bank Dunia, dan panitia nasional.

Sementara itu, data registrasi peserta yang masuk ke sistem Meetings Team Secretariat IMF-WB tercatat sebanyak 11.093 orang.

Data registasi yang masuk ke sistem Pemerintah RI 13.942 orang dan baru disetujui 10.443 orang.

(ard)