Konsumsi Vitamin D Setiap Hari Tangkis Obesitas pada Anak
Tim | CNN Indonesia
Kamis, 04 Okt 2018 10:49 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Umumnya, vitamin D dikenal dengan manfaatnya untuk kesehatan tulang. Namun, penelitian teranyar menunjukkan vitamin D punya manfaat yang lebih dari itu. Vitamin D disebut mampu membantu penurunan berat badan anak-anak dengan obesitas.
Penelitian ini berangkat dari anak-anak obesitas yang kebanyakan memiliki pola makan rendah mineral dan vitamin, termasuk vitamin D. Para peneliti menemukan bahwa mengonsumsi suplemen vitamin D dapat menurunkan tren obesitas pada anak.
Studi dari University of Athens Medical School, Yunani ini menunjukkan dosis harian vitamin D berhubungan dengan tingkat obesitas yang lebih rendah, kadar kolesterol yang lebih baik, dan massa tubuh yang lebih rendah secara keseluruhan.
Hasil ini didapat setelah peneliti menganalisis 232 anak-anak obesitas selama satu tahun. Sekitar setengah dari anak-anak itu diberi kapsul suplemen vitamin D setiap hari. Sebanyak 115 lainnya mendapatkan obat plasebo.
Anak-anak dengan suplemen reguler memiliki masa tubuh dan persentase lemak yang lebih rendah, serta kadar kolesterol yang lebih baik setelah 12 bulan studi dibanding anak-anak yang mendapatkan plasebo.
"Temuan ini menunjukkan bahwa suplemen vitamin D sederhana dapat mengurangi risiko anak-anak kelebihan berat badan, memperbaiki perkembangan jantung jantung, dan komplikasi metabolik di kemudian hari," kata pemimpin studi, Evangelia Charmandari, dikutip dari Daily Mail.
Anak-anak yang kegemukan dan kelebihan berat badan berisiko lebih besar mengidap penyakit jantung, diabetes, dan kanker.
Situs kesehatan Every Day Health menyebut bahwa vitamin D bermanfaat bagi orang tua, orang berkulit gelap, orang dengan obesitas, dan orang yang kurang terpapar sinar matahari.
Selain suplemen, vitamin D juga bisa didapatkan dari beberapa makanan seperti ikan, susu, dan sereal.
Dikutip dari Web MD, vitamin D juga bisa diolah oleh tubuh yang terpapar cahaya matahari. Paparkan cahaya matahari pada tangan, wajah, lengan, dan kaki selama 2-3 kali seminggu dengan intensitas ringan dapat membuat kulit menghasilkan cukup vitamin D. (ptj/asr)
Penelitian ini berangkat dari anak-anak obesitas yang kebanyakan memiliki pola makan rendah mineral dan vitamin, termasuk vitamin D. Para peneliti menemukan bahwa mengonsumsi suplemen vitamin D dapat menurunkan tren obesitas pada anak.
Studi dari University of Athens Medical School, Yunani ini menunjukkan dosis harian vitamin D berhubungan dengan tingkat obesitas yang lebih rendah, kadar kolesterol yang lebih baik, dan massa tubuh yang lebih rendah secara keseluruhan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Ragam Makanan Berkalsium Pengganti Susu |
Hasil ini didapat setelah peneliti menganalisis 232 anak-anak obesitas selama satu tahun. Sekitar setengah dari anak-anak itu diberi kapsul suplemen vitamin D setiap hari. Sebanyak 115 lainnya mendapatkan obat plasebo.
Anak-anak dengan suplemen reguler memiliki masa tubuh dan persentase lemak yang lebih rendah, serta kadar kolesterol yang lebih baik setelah 12 bulan studi dibanding anak-anak yang mendapatkan plasebo.
"Temuan ini menunjukkan bahwa suplemen vitamin D sederhana dapat mengurangi risiko anak-anak kelebihan berat badan, memperbaiki perkembangan jantung jantung, dan komplikasi metabolik di kemudian hari," kata pemimpin studi, Evangelia Charmandari, dikutip dari Daily Mail.
Anak-anak yang kegemukan dan kelebihan berat badan berisiko lebih besar mengidap penyakit jantung, diabetes, dan kanker.
Lihat juga:Menu Sarapan yang Bantu Turunkan Berat Badan |
Situs kesehatan Every Day Health menyebut bahwa vitamin D bermanfaat bagi orang tua, orang berkulit gelap, orang dengan obesitas, dan orang yang kurang terpapar sinar matahari.
Selain suplemen, vitamin D juga bisa didapatkan dari beberapa makanan seperti ikan, susu, dan sereal.
Dikutip dari Web MD, vitamin D juga bisa diolah oleh tubuh yang terpapar cahaya matahari. Paparkan cahaya matahari pada tangan, wajah, lengan, dan kaki selama 2-3 kali seminggu dengan intensitas ringan dapat membuat kulit menghasilkan cukup vitamin D. (ptj/asr)