Memupuk Asa Tubuh Langsing di Kota Naron

Tim, CNN Indonesia | Minggu, 30/09/2018 18:53 WIB
Memupuk Asa Tubuh Langsing di Kota Naron Warga Kota Naron, Spanyol saat melakukan aktivitas fisik dalam program penurunan berat badan penduduk. (Foto: REUTERS/Toby Melville)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kota kecil di barat laut Spanyol tengah mencari cara untuk 'menurunkan berat badan' penduduknya. Mereka ditantang untuk mengurangi berat badan seluruh penduduk sebesar 100 ribu kilogram pada 2020 mendatang.

Maria Teresa Rodriguez (55), salah seorang warga Naron, Spanyol, bahagia karena berhasil menurunkan berat badannya sebanyak 12 kilogram.

"Saya sering berjalan kaki dengan teman-teman," kata Maria. Setiap hari dia berjalan kaki di menyusuri jalan kota atau mampir di taman kota untuk berolahraga santai selama satu jam. Selain itu, dia juga mengikuti kelas menari pada setiap hari Jumat.


Maria tak sendiri. Ada sekitar 4 ribu warga lainnya yang turut serta dalam program 'pelangsingan' tubuh di Kota Naron. Melansir AFP, sejak dimulainya pada Januari 2018 lalu, warga Naron mulai giat berolahraga.


"Di abad 21 ini, orang-orang mulai lupa untuk berjalan," ujar Carlos Pineiro (63), seorang dokter lokal, sang penggagas program.

Pineiro kerap berganti-ganti tempat praktik. Dia bergerak dari satu taman ke taman lainnya. Di taman-taman itu, dia membantu ribuan warga untuk berolahraga dan berusaha menurunkan berat badannya.

Naron adalah sebuah kota di bawah wilayah otonom Galicia, Spanyol. Dari sekitar 40 ribu penduduk yang hidup di atasnya, sebanyak 9 ribu penduduk mengalami obesitas dan 3 ribu lainnya menderita kegemukan.

Dikenal dengan sederet hidangan berukuran raksasanya, Galicia merupakan salah satu wilayah dengan tingkat penderita obesitas tertinggi di Spanyol.


"Udara yang menyenangkan di Naron membuat banyak orang senang menetap di rumah dan menikmati makanan-makanan nikmatnya," ujar Pineiro.

Program yang digagas Pineiro menawarkan konsep diet dan aktivitas fisik yang bisa diadaptasi warga.

Dalam rangka mendukung program 'pelangsingan' tubuh itu, sebanyak 18 restoran di Naton menawarkan berbagai hidangan diet sehat.

"Saya mengganti garam dengan rumput laut atau mentega dengan minyak zaitun," ujar Diego Platas (37), salah satu pemilik restoran di Naron.


Awal September, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut bahwa kasus obesitas terus melonjak di Eropa. Di Spanyol, topik itu kerap menjadi topik diskusi di sana-sini.

"Tak mudah untuk meyakinkan orang-orang ini untuk mengubah gaya hidup mereka," ujar Pineiro.

Kendati demikian, Pineiro tetap berharap program yang digagasnya bisa terus 'mewabah' ke setiap orang yang ada di seantero Kota Naron. (asr)