Penerbangan Terpanjang di Dunia 'Mengenyahkan' Kelas Ekonomi

Tim , CNN Indonesia | Selasa, 09/10/2018 15:05 WIB
Penerbangan Terpanjang di Dunia 'Mengenyahkan' Kelas Ekonomi Ilustrasi. (Foto: Barn Images)
Jakarta, CNN Indonesia -- Meskipun harga Bahan Bakar Minyak (BBM) masih melonjak tinggi, namun penerbangan jarak jauh yang sempat diberhentikan di tahun 2010 mulai kembali beroperasi di beberapa bandar udara (bandara).

Sejumlah maskapai penerbangan, seperti Air India membuka penerbangan non-stop dengan perjalanan dari Delhi ke San Francisco sejauh 15.128 kilometer di tahun 2015.

Langkah ini disusul dua tahun setelahnya oleh penerbangan dari Auckland, Selandia Baru ke Doha dan Dubai.


Kini, hanya berjarak hanya enam bulan setelah Qantas Airways mengoperasikan penerbangan dari Perth ke London, Singapore Airlines membuka penerbangan non-stop menuju New York.


Penerbangan tersebut akan mulai beroperasi pada Kamis (11/10), seperti yang dikutip dari bloomberg.

Penerbangan langsung dari Singapura ke New York akan memakan waktu hampir 19 jam dengan jarak mencapai 15.357 kilometer, menjadikannya penerbangan udara terpanjang di dunia.

Pada bulan November 2018, penerbangan non-stop dari Los Angeles ke Singapura juga dibuka untuk umum.

Penerbangan jarak jauh ini dapat kembali direalisasikan berkat kemajuan teknologi, dan munculnya pesawat hemat waktu perjalanan yang dapat membawa lebih banyak bahan bakar dalam sekali perjalanan.


Jet Airbus yang akan dipakai dalam penerbangan Singapura - New York memiliki kapasitas mencapai 161 penumpang, tanpa kelas ekonomi.

Pesawat ini memiliki ruang yang lebih luas, lengkap dengan 67 kursi tempat tidur untuk kelas bisnis dan 94 tempat duduk ekonomi premium di bagian belakang.

Kursi di kelas ekonomi premium dapat diregangkan sejauh 20 sentimeter, dengan jarak setiap kursi 10 sentimeter lebih luas dari penerbangan jarak jauh lainnya.

Harga tiket kelas bisnis sudah termasuk layanan Wi-Fi sebanyak 30 megabite. Tambahan data sebesar 20 megabite dapat dibanderol dengan harga US$6 atau sekitar Rp91 ribu dan US$28 atau sekitar Rp426 ribu untuk 200 megabite data.

Selain ruang yang leluasa dan layanan Wi-Fi, Singapore Airlines juga menyuguhkan ragam menu hidangan mewah untuk disantap selama perjalanan.

(fey/agr)