Menpar Jaring Wisman via Teknologi CDM

Kemenpar, CNN Indonesia | Selasa, 16/10/2018 18:12 WIB
Menpar Jaring Wisman via Teknologi CDM Kemenpar menggunakan teknologi CDM untuk menarik wisatawan di China. (Dok Kemenpar)
Shanghai, CNN Indonesia -- Teknologi Competing Destination Model (CDM) yang digadang Menteri Pariwisata Arief Yahya sukses menggaet lebih banyak wisatawan mancanegara ke Indonesia. Terobosan ini merupakan pertama kali di dunia.

Hal itu dikatakan Arief saat kunjungan kerjanya untuk menjadikan China sebagai pasar yang bekerja sama dengan Zamplus Technology Inc. Shanghai Data Exchange Corp.

Di China, Arief memastikan alur pelanggan dalam membuat pilihan destinasi liburan, dari looking atau searching, lalu menemukan pilihan, setelah itu mempengaruhi mereka agar memilih Wonderful Indonesia dari pada destinasi negara lain. Hal itu ditandai dengan booking dan payment hingga ke arrival date atau waktu kedatangan di Indonesia.



Arief mengatakan di China, untuk bisa booking harus payment terlebih dahulu agar meyakinkan. Tak ada pemesanan tanpa pembayaran sebelumnya.

"Secara teknologi, apa yang kita membayangkan. Maka, kita pasti bisa mewujudkannya. Ini bukti dari apa yang sering saya sampaikan, The More Digital The More Global, The More Digital The More Personal and The More Digital The More Professional. Teknologi digital bisa menjangkau apa saja yang selama ini terlalu sulit dan dianggap tidak masuk akal," kata Arief dalam keterangan tertulis, Selasa (16/10).

Arief menjelaskan bahwa CDM adalah teknologi yang menggunakan big data tanpa mengenyampingkan regulasi dan kerahasiaan pelanggan. Di sinilah Zamplus Inc. digunakan karena perusahaan IT ini sudah bekerja sama dengan OTA (Online Travel Agent), SE (Searching Engine), Online Travel Site, Online Media, e-Commerce, Ride Hailing, Insurance and Fintech.


Menurut Arief, hasilnya sudah terbukti pada September lalu, wisman China ke Indonesia naik melalui CDM. 

"Saya pantau sampai betul-betul konkret. Hasil yang luar biasa, hanya bisa ditempuh dengan cara yang tidak biasa dan digital adalah jawabannya," kata Arief.

Arief mengungkapkan bahwa CDM memiliki konsep bersaing. Ada proses mempengaruhi viewers untuk mengubah keinginan bahkan membelokkan tujuan wisata mereka dengan menyisipkan promosi Wonderful Indonesia di saat yang tepat. Misalnya ketika ada yang searching sebelum booking hingga membuat keputusan booking dan pembayaran.

Menurut data Kemenpar, 75 persen pelancong China sudah melakukan looking, booking dan payment secara daring. Alur kebiasaan mereka dalam berwisata adalah mencari-cari ide atau surfing di internet atau media sosial. Lalu, menemukan banyak konten, gambar, video atau cerita yang membuat mereka tertarik (bisa alam seperti gunung, hutan, sawah ladang, pantai, pulau, bawah laut atau budaya maupun wisata buatan).

Oleh karenanya, Arief mengatakan IP gadget yang berulang kali meng-klik tema content yang sama, gambar, video dan cerita yang sama, terbaca sebagai ketertarikan mereka. Inilah profil pelanggan yang potensial untuk CDM. Misalnya, mereka suka mengeksplorasi wisata bawah laut di Thailand, Filipina, Jepang dan lainnya, saat itulah CDM bekerja dengan mengirimkan aneka keindahan Indonesia langsung ke gawai mereka.

"Karena resources kita memang hebat, baik natural resources maupun cultural resources. Kita selalu 20 besar dunia, maka kita sangat pede untuk berkompetisi dengan destinasi dari mana saja di seluruh dunia. Produk kita kuat dan sekarang dipromosikan dengan channel yang pas, di saat yang tepat juga," jelas dia.


Lebih lanjut, customers (pelanggan) digolongkan dalam tiga segmen berdasarkan ketertarikannya saat searching. Pertama, mereka yang cari Asia Tenggara termasuk Indonesia. Kedua, mereka yang mencari Asia Tenggara tanpa memasukkan nama Indonesia. Ketiga, selain negara-negara Asia Tenggara.

"Dari sinilah mesin digital itu bekerja," lanjut Arief.

Di samping itu semua, Arief juga mengungkapkan bahwa teknologi ini juga memiiki kendala, misalnya informasi tak benar atau hoax. Contohnya saja informasi mengenai gempa Lombok dan Palu yang terjadi di Indonesia beberapa waktu lalu. Hal ini berdampak langsung pada dashboard monitoring system. Namun, kabar baik mengenai Asian Games juga bisa menggerakkan viewers.

Media sosial juga berperan penting di sini untuk mengabarkan informasi terkini yang benar, berkualitas, faktual dan masif, kata Arief. Sebelum memutuskan untuk booking, selama 30 hari calon pengunjung melakukan searching atau looking. Dalam 30 hari inilah peran konten di media sosial sangat membantu. Minimal memberikan referensi bagi mereka untuk membuat keputusan.

Istimewanya ucap Arief, CDM ini bisa digunakan di seluruh dunia. Semua pasar bisa dijaring dengan model yang sama, bahkan semua produk juga bisa disentuh dengan cara yang sama seperti Singapura, Malaysia, Australia, Eropa, Amerika dan Timur Tengah.

"Model ini bisa digunakan di mana saja, bahkan bukan hanya produk pariwisata, tapi semua produk di Tanah Air," ucap dia.

VP of Operations and Maintenance Zamplus Tony Zhou ikut berkomentar dengan mengatakan ini merupakan terobosan yang sangat bagus.

"Ini pertama kali, Indonesia menjadi pionir dan langkah awalnya sukses. Kami bangga bisa mendukung jauh lebih dalam dari layanan yang biasanya kami sediakan. Belum ada negara yang menggunakan teknologi ini sampai ke tahap penjualan dan termonitor dengan detail. Menteri Arief Yahya profesional," kata dia.

Zamplus Technology Inc. Shanghai Data Exchange Corp adalah perusahaan IT yang sudah bermitra dengan ratusan perusahaan kelas dunia dari banyak negara, juga sudah bekerja sama dengan banyak negara yang menjadikan China sebagai market. Biasanya, klien hanya meminta sampai ke impression, click per view dan memastikan bahwa materi promosinya sudah terbaca dan diterima hingga profil pelanggan yang ditargetkan. (mle/egp)