Cara Tepat Bebas Gangguan 'Chat' dari Mantan

Tim, CNN Indonesia | Rabu, 17/10/2018 17:37 WIB
Cara Tepat Bebas Gangguan 'Chat' dari Mantan ilustrasi (AFP PHOTO / ROSLAN RAHMAN)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pascaputus cinta, kenangan akan mantan memang sebaiknya dilupakan.

Namun dalam beberapa kondisi ada mantan terindah yang masih sulit dilupakan dan bikin susah move on. Sesekali, susah move on juga disebabkan karena si mantan masih sering mengirim sms, chat, ataupun like media sosial.

Tak dimungkiri, masih sering berkirim pesan dengan mantan memang jadi pisau bermata dua. Sisi positifnya, masih menjaga hubungan baik. Sedangkan risiko sisi negatifnya si masih bertukar pesan dengan mantan bakal menimbulkan percikan-percikan api berbahaya yang bikin makin susah move on. Apalagi kalau Anda sudah benar-benar ingin menghilangkan dia dari hidup Anda.



Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Personal Relationship mengungkapkan bahwa semakin sering seseorang berkirim pesan dengan mantannya, maka mereka akan semakin tak puas dengan hubungan barunya saat ini.

Tapi bagaimana kalau si mantan yang masih sering mengganggu hidup baru Anda?

"Kecuali Anda berurusan dengan mantan yang punya tingkat pengendalian diri yang baik saat menghadapi patah hati, meminta mantan untuk tak lagi menghubungi Anda itu ibarat mencolek seekor beruang," kata Chelsea Leigh Trescott, pakar hubungan percintaan dikutip dari Elite Daily.

Berikut langkah-langkah yang harus dilakukan agar si mantan berhenti menghubungi Anda dengan alasan yang tak jelas.

1. Lakukan pendekatan dengan 'saya' daripada 'Anda atau kamu.'
Trescott mengatakan bahwa cara dengan cara ini Anda bisa menyampaikan maksud dan keinginan Anda untuk bisa lepas dari gangguan si mantan.

Cara ini diklaim bisa membuat Anda menyampaikan maksud tanpa terdengar menuduh.

"Daripada mengatakan,'Jangan lagi kirim pesan ke saya, karena kita sudah putus,' lebih baik mengatakan,'Saya sudah tidak punya apa-apa lagi untuk diberikan ke kamu dalam hubungan ini.'," katanya.

Trescott juga mengatakan bahwa langkah ini juga menempatkan Anda di kursi kekuasaan. Anda adalah orang yang membuat keputusan.

2. Jangan beri alasan 'klasik.'
Hindari memberi alasan klasik yang klise. Trescott mempringatkan agar Anda tak memberikan alasan yang tak ingin mereka dengar dari Anda.

Selain itu, buatlah pernyataan dan bukan pertanyaan dalam setiap komunikasi Anda. Hindari membuat pertanyaan atau topik yang bisa mengilhaminya membuat cara baru untuk melanjutkan pembicaraan dengan Anda.


3. Jangan biarkan 'pintu terbuka'
Trescott mengungkapkan bahwa hindarilah kesan membuka diri pada mantan.

"Jangan mengirim pesan yang bisa membuat dia merasa diinginkan, apalagi saat Anda benar-benar tak lagi menginginkan hubungan Anda kembali. Tetaplah fokus pada diri sendiri, tegas, dan netral."


(chs)