FOTO: Menatap Asa di Balik Bayang-bayang Virus Zika

REUTERS, CNN Indonesia | Jumat, 19/10/2018 08:08 WIB

Jakarta, CNN Indonesia -- Hampir tiga tahun setelah wabah Zika mengguncang, sejumlah wanita Brasil pelan-pelan menaruh harapannya akan kehidupan yang lebih baik.

Virus Zika memang agak 'menghilang' dari sorotan. Namun, sejumlah ahli kesehatan dunia khawatir penyebaran Zika menuju populasi yang baru. (REUTERS/Nacho Doce)
Di Angola, sejumlah bayi lahir dengan kondisi mikrosefalus sejak 2017. Kondisi itu dikaitkan dengan virus Zika yang menyerang kawasan Amerika Latin. (REUTERS/Ueslei Marcelino)
Di timur laut Brasil, ada sekitar 30 wanita terkena virus Zika saat mengandung. Kebanyakan dari mereka ditinggalkan suami dan terpaksa harus merawat sang bayi seorang diri. (REUTERS/Ueslei Marcelino)
Hampir tiga tahun setelah wabah Zika mengguncang wilayahnya, banyak dari wanita itu pelan-pelan mencoba menyesuaikan diri.  (REUTERS/Ueslei Marcelino)
Mereka 'terpaksa' melepaskan impian lantaran harus merawat sang anak selama 24 jam sehari. Tak jarang juga di antara mereka yang mencari kenyamanan di antara ibu-ibu senasib. (REUTERS/Ueslei Marcelino)
Meski putus asa dan depresi mendera, harapan untuk kehidupan yang lebih baik itu tak pernah sirna. (REUTERS/Ueslei Marcelino)
Gabriela Alves de Avezedo (22), misalnya. Dia tinggal bersama sang buah hati, Ana Sophia (3), yang mengidap mikrosefalus. Selain mengalamai gangguan tumbuh kembang, Ana juga bermasalah dalam penglihatan dan pendengaran. (REUTERS/Ueslei Marcelino)
Padahal, sebelumnya Gabriela berencana untuk menyelesaikan sekolahnya. Namun, mimpi itu harus sirna karena dia harus menghabiskan waktunya untuk merawat Ana. (REUTERS/Ueslei Marcelino)
Kini, beberapa kerabat dan keluarga membantunya mengasuh Ana secara bergantian. Dengan begitu, Gabriela bisa mengikuti kursus terapi, menggapai impiannya. (REUTERS/Ueslei Marcelino)